Ingin Menjelajah Pegunungan Arfak di Papua Barat? 3 Aktivitas Seru Ini Wajib Anda Coba

Daerah di ujung timur negeri ini juga memiliki destinasi wisata lain yang tak kalah eksotis, yakni Pegunungan Arfak.

Ingin Menjelajah Pegunungan Arfak di Papua Barat? 3 Aktivitas Seru Ini Wajib Anda Coba
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Turis menikmati pemandangan Danau Anggi Giji dari Bukit Kobrey, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (17/8/2018). Danau Anggi Giji merupakan obyek wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan di Pegunungan Arfak. 

TRIBUNPAPUA.COM - Turisme di Papua akhir-akhir ini lekat dengan nama Raja Ampat di Provinsi Papua Barat.

Padahal, daerah di ujung timur negeri ini juga memiliki destinasi wisata lain yang tak kalah eksotis, yakni Pegunungan Arfak.

Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) terletak di kawasan pegunungan bernama sama, kurang lebih 90 kilometer jauhnya dari Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat.

Meski mengandung seabrek potensi wisata yang memesona, sulitnya akses membuatnya belum dikunjungi secara massif.

1. Offroad

Transportasi menuju Pegunungan Arfak terbatas. Beberapa kendaraan yang bisa melintasi jalur Pegunungan Arfak biasanya didominasi oleh mobil dengan penggerak empat roda.
Transportasi menuju Pegunungan Arfak terbatas. Beberapa kendaraan yang bisa melintasi jalur Pegunungan Arfak biasanya didominasi oleh mobil dengan penggerak empat roda. (RAHMI HIDAYATI/MAPALA UI via KOMPAS.COM)

Wisatawan dari luar Papua yang hendak mengunjungi Pegaf umumnya mendarat di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat.

Dari sana, wisatawan perlu merogoh kocek sebesar Rp 170.000 - 200.000 per orang untuk menumpang angkutan menuju Pegaf.

Jika menyewa seharian penuh, wisatawan dikenai ongkos Rp 1,5 – 1,7 juta per mobil.

Bukan sembarang angkutan, mobil-mobil penggerak ganda seperti Toyota Hilux atau Mitsubishi Triton-lah yang akan membawa wisatawan menyusuri medan menantang selama perjalanan Manokwari-Pegaf.

Adrenalin akan terpacu bila wisatawan memilih duduk di bak belakang mobil yang terbuka, menikmati tamparan angin pegunungan dengan pandangan terpatri pada gugusan bukit-lembah Pegaf yang masih diselubungi belantara rapat.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved