Ingin Menjelajah Pegunungan Arfak di Papua Barat? 3 Aktivitas Seru Ini Wajib Anda Coba

Daerah di ujung timur negeri ini juga memiliki destinasi wisata lain yang tak kalah eksotis, yakni Pegunungan Arfak.

KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Turis menikmati pemandangan Danau Anggi Giji dari Bukit Kobrey, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (17/8/2018). Danau Anggi Giji merupakan obyek wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan di Pegunungan Arfak. 

Nyaris di tiap kelokan dan tanjakan, sebuah eskavator senantiasa siaga berjaga. Usai empat jam perjalanan, wisatawan akan tiba di pusat Kabupaten Pegaf di Distrik Anggi, di mana terdapat sejumlah warung untuk sejenak rehat, selain puskesmas hingga kantor bupati.

2. Menikmati Danau Laki-laki dan Perempuan

Pemandangan Danau Anggi Gida dilihat dari sekitar Puncak Bukit Kobrey, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Senin (20/8/2018). Danau Anggi Gida berlokasi di Distrik Anggi Gida.
Pemandangan Danau Anggi Gida dilihat dari sekitar Puncak Bukit Kobrey, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Senin (20/8/2018). Danau Anggi Gida berlokasi di Distrik Anggi Gida. (KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Obyek wisata andalan di Pegaf ialah sepasang danau kembar bernama Anggi Giji (danau laki-laki) dan Anggi Gida (danau perempuan).

Keduanya terletak di dua distrik yang bertetangga, yakni Distrik Anggi dan Anggi Gida. Kendati pamornya belum sementereng Danau Sentani di Jayapura, pesona keduanya tak kalah memukau.

Namun secara istimewa, Anggi Gida menawarkan panorama yang lebih lengkap, meski dengan akses yang lebih sulit. Hutan-hutan di sekeliling Anggi Gida masih rapat.

Menurut penuturan warga setempat, di hutan-hutan itu dapat dengan mudah wisatawan menemui burung-burung endemik Papua, termasuk cenderawasih.

Inilah 6 Tempat Wisata di Papua yang Tak Kalah Indah dari Raja Ampat

Hal itu berbeda dengan perbukitan di sekitar Anggi Giji yang tandus dan didominasi tumbuhan pakis sebagai ekses perladangan berpindah yang diterapkan warga sejak dulu.

Di samping itu, Anggi Gida memiliki bentangan pasir putih yang dapat dicapai menggunakan perahu dengan tarif Rp 250 ribu rupiah plus ongkos bahan bakar dari dermaga di Kampung Tombrok.

Serupa lautan, pesisir Anggi Gida pun menampakkan gradasi warna biru tua hingga pirus yang menghipnotis.

Jika hendak memandang keduanya dari ketinggian, wisatawan bisa minta diboyong sopir ke puncak Bukit Kobrey.

Di puncak bukit yang membelah kedua danau itu, terpacak papan penunjuk lokasi “Welcome to Anggi” dengan latar panorama danau yang amat permai dibidik kamera.

3. Menyatu dengan budaya setempat

Suku Arfak berada di rumah tradisional, Rumah Kaki Seribu di Distrik Menyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (16/8/2018). Sebelumnya, Suku Arfak melakukan Tarian Tumbuk Tanah menyambut kedatangan tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI.
Suku Arfak berada di rumah tradisional, Rumah Kaki Seribu di Distrik Menyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (16/8/2018). Sebelumnya, Suku Arfak melakukan Tarian Tumbuk Tanah menyambut kedatangan tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI. (KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Setelah meresapi sensasi bertualang di medan offroad dan menyuapi jiwa dengan panorama alam Anggi, wisatawan dapat merasakan hangatnya bercengkerama dengan warga lokal.

Tak perlu risau soal komunikasi dengan warga lokal.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved