Selasa, 19 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Tembak Bripka RE di Polsek Cimanggis hingga Tewas, Brigadir RT Diperiksa Intensif

Brigadir RT yang diduga menembak rekannya sendiri yaitu Bripka RE, telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

Tayang:
Editor: Sigit Ariyanto
kolase/facebook
Tak Mau Lepaskan Terduga Pelaku Tawuran, Brigpol Rahmat Ditembak Rekannya Brigpol Rangga . Brigpol Rangga diamankan setelah menembak mati rekannya Bripka Rahmat (kanan). 

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Brigadir RT yang diduga menembak rekannya sendiri yaitu Bripka RE, telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

"(Brigadir RT) masih diperiksa," ujar Argo saat dikonfirmasi, Jumat (26/7/2019).

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendalami motif penembakan hingga menewaskan anggota polisi berpangkat Bripka itu.

"Masih kita dalami juga (motif penembakan)," ungkap Argo.

Seperti diketahui, peristiwa penembakan itu terjadi di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7/2019) pukul 20.50 WIB.

Anggota polisi, Bripka RE, tewas diduga ditembak rekannya sesama anggota polisi berpangkat Brigadir dengan inisial RT.

Adapun, Bripka RE merupakan anggota samsat Polda Metro Jaya.

Jenazah Bripka RE Polisi yang Tewas Ditembak Dimakamkan di Jonggol setelah Salat Jumat Siang Ini

Sebelumnya, kasus polisi tembak polisi di Polsek Cimanggis berawal dari kasus tawuran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan informasi penembakan oleh seorang anggota polisi kepada rekannya di Polsek Cimanggis.

"Iya betul," kata Argo saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Argo menjelaskan, anggota polisi, Bripka RE, tewas diduga ditembak rekannya sesama anggota polisi berpangkat Brigadir dengan inisial RT.

Bripka RE merupakan anggota samsat Polda Metro Jaya.

Kejadian penembakan itu terjadi di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7/2019) pukul 20.50 WIB.

"Peristiwa berawal ketika Bripka RE mengamankan seorang pelaku tawuran inisial FZ beserta barang bukti berupa celurit ke Polsek Cimanggis," ujar Argo.

 KRONOLOGI Lengkap Polisi Tembak Polisi, Brigadir RT Berondong Seniornya 7 Kali hingga Tewas Seketika

Orangtua FZ kemudian mendatangi Polsek Cimanggis ditemani oleh Brigadir RT dan Brigadir R.

Mereka meminta FZ dibebaskan agar dapat dibina oleh orangtuanya sendiri.

Namun, permintaan itu ditolak oleh Bripka RE dengan nada keras.

Hal itu menyulut emosi Brigadir RT.

Kemudian, Brigadir RT pindah ke ruangan yang bersebelahan dengan SPK untuk mengambil sebuah senjata api jenis HS 9.

"Dia (Brigadir RT) lalu menembak Bripka RE sebanyak tujuh kali tembakan pada bagian dada, leher, paha, dan perut," ungkap Argo.

Akibatnya, Bripka RE meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Terpancing Emosi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, peristiwa penembakan di Polsek Cimanggis diduga disebabkan oleh seorang anggota polisi yang terpancing emosi.

Anggota polisi berpangkat Brigadir dengan inisial RT emosi lantaran rekannya, Bripka RE menolak permintaannya dengan nada kasar.

Kompas.com memberitakan, keduanya tengah menangani kasus tawuran. Awalnya, Bripka RE mengamankan seorang pelaku berinisial FZ dengan barang bukti senjata tajam.

Tak lama, orang tua FZ datang ke kantor Polsek Cimanggis didampingi Brigadir RT dan Brigadir R.

Kedua polisi yang datang bersama orang tua FZ meminta Bripka RE untuk melepaskah FZ.

"Mereka meminta FZ dibebaskan, namun ditolak oleh Bripka RE," kata Argo saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Bripka RE Tewas Seketika Akibat Luka 7 Tembakan oleh Rekan Sesama Polisinya di Polsek Cimanggis

Brigadir RT merasa penolakan yang disampaikan Bripka RE bernada kasar.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Brigadir RT kemudian pergi menuju ruangan lainnya yang bersebelahan dengan ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis.

Ia mengambil sebuah senjata api jenis HS 9.

"Lalu, dia (Brigadir RT) menembak Bripka RE sebanyak tujuh kali tembakan pada bagian dada, leher, paha, dan perut," ungkap Argo Yuwono.

Akibatnya, Bripka RE meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah Bripka RE telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk keperluan autopsi.

"(Jenazah korban) sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri," kata Argo.

Luka Tembak

Bripka RE tewas seketika di lokasi kejadian akibat ditembak oleh rekannya sesama polisi Brigadir RT.

Sejumlah peluru bersarang di tubuh Bripka RE.

Bripka RE mengalami 7 luka tembak di bagian dada, leher, paha dan perut.

Polisi Tembak Polisi yang Berujung Tewasnya Bripka RE Berawal dari Kasus Tawuran

Disebutkan pula bahwa senjata api yang digunakan Brigadir RT menghabisi nyawa Bripka RE adalah HS-9.

Senjata HS-9 adalah pistol semi otomatis kaliber 9 milimeter yang merupakan senjata standar anggota Polri.

Menurut Argo Yuwono, saat ini pelaku penembakan sudah diamankan polisi dan dalam pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tembak Bripka RE di Polsek Cimanggis, Brigadir RT Diperiksa Intensif" 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved