Faktor Penyebab Indeks Demokrasi Papua Barat Buruk

Dari 28 indikator yang telah ditentukan oleh BPS, setidaknya terdapat 8 indikator yang mengalami penurunan di Papua Barat.

Faktor Penyebab Indeks Demokrasi Papua Barat Buruk
(KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN)
Suasana pagi hari di depan Rumah Kaki Seribu, Pegunungan Arfak, Papua Barat. 

TRIBUNPAPUA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada periode 2017-2018 jumlah provinsi yang memiliki kategori IDI baik meningkat dari 4 provinsi menjadi 5 provinsi.

Namun, terdapat satu provinsi yang masuk ke kategori buruk, yaitu Provinsi Papua Barat dengan indeks demokrasi sebesar 58,29 poin.

Padahal tahun lalu, indeks demokrasi Papua Barat berada dalam kategori sedang, sebesar 62,76.

"Catatan Papua Barat, IDI masuk kategori buruk karena berada di bawah 60, pada di tahun 2017 masuk kategori sedang karena IDI level 62,76," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Indeks Demokrasi Indonesia memiliki skala dari 0 sampai 100, dari 0 sampai 60 termasuk dalam kategori buruk, kemudian dari 60 sampai 80 masuk kategori sedang, dan di atas 80 masuk kategori baik.

Provinsi yang berbatasan langsung dengan Papua Barat, Papua justru mengalami perbaikan indeks demokrasi. Sebelumnya, indeks demokrasi Papua sebesar 61,34 sementara pada 2018 mencapai 62,20.

BPS menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan indeks demokrasi Papua Barat merosot.

Dari 28 indikator yang telah ditentukan oleh BPS, setidaknya terdapat 8 indikator yang mengalami penurunan di Papua Barat.

Tiga indikator yang paling dominan adalah indikator ancaman/penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berpendapat, ancaman atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat. Juga, terkait persentase jumlah Peraturan Daerah yang berasal dari hak inisiatidf DPRD.

"Jadi ada 8 indikator yang paling berpengaruh tapi 3 paling dominan itu," ujar dia.

Halaman
12
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved