Kalimantan Dipilih Jadi Lokasi Ibu Kota Baru, Kapan Jadwal Konstruksinya?

Baru-baru ini Kepala Bappenas mengungkapan, Kalimatan lah yang dipilih oleh Presiden Jokowi untuk lokasi ibu kota baru.

Jay/Humas Setkab
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat meninjau salah satu lokasi alternatif pengganti ibu kota RI, di Kabupaten Gunung Mas, Kalteng, Rabu (8/5/2019) siang. 

TRIBUNPAPUA.COM - Sedikit demi sedikit teka-teki calon ibu kota baru pengganti Jakarta mulai terkuak.

Bahkan lokasinya mulai dibuka oleh pemerintah ke publik meski informasinya masih minim.

Baru-baru ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro mengungkapan, Kalimatan lah yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk lokasi ibu kota baru.

Hal ini disampaikan Bambang di acara Penyusunan Langkah Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Jawa-Bali 2020-2024 di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin, (29/7/2019).

"Pulaunya Kalimantan, provinsinya, nanti (menyusul)," ujar Bambang.

Meski menyebut Kalimantan, Bambang belum mau menyebut lokasi persisnya.

Namun saat ini terdapat dua lokasi yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat ibukota baru, yaitu di kawasan Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah.

BREAKING NEWS: Presiden Jokowi Putuskan Ibukota Pindah ke Kalimantan

Disebut-sebut Moeldoko

Sebenarnya sejak akhir Juni 2019 lalu, kata Kalimantan selalu disebut-sebut oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam acara seminar pemindahan ibu kota di Kantor Bappenas, Jakarta.

Bahkan dalam pemaparannya terkait sisi keamanan dan pertahanan ibu kota baru, Moeldoko menilai perlu dipikirkan cara pemindahan militer ke Kalimatan.

Selama ini kata Mantan Panglima TNI itu, kekuatan militer Indonesia memang terpusat di Jawa.

Hal ini lantaran sejarah panjang peperangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang banyak terjadi di Jawa.

"Bagaimana memindahkan kekuatan-kekuatan militer ke Kalimantan, enggak kecil itu bos," ujarnya dalam acara seminar di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Pikirkan untuk infanteri saja itu ada pusat infanteri, ada pusat pendidikanya. Belum lagi memikirkan tempur dan bahan tempurnya. Ini besar," sambung dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved