Penjelasan Gojek soal Isu Data Penggunanya yang Disalahgunakan oleh Fintech Ilegal

Data pelanggan aplikasi Gojek disebut disalahgunakan perusahan Fintech untuk penawaran pinjaman secara online dan cepat, bagaimana tanggapan Gojek?

Gojek.com
Logo Gojek 

TRIBUNPAPUA.COM - Data pelanggan aplikasi Gojek disebut-sebut disalahgunakan oleh perusahan Fintech (financial technology) untuk penawaran pinjaman secara online dan cepat.

Ditengarai perusahaan-perusahaan fintech tersebut adalah ilegal.

Menanggapi isu tersebut, Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, menjelaskan bawah Gojek selalu menjaga keamanan maksimum data pribadi dari pelanggan maupun mitra Gojek.

"Kami tidak pernah menjual atau memberikan akses terhadap data pribadi pelanggan maupun mitra kami kepada pihak ketiga seperti ke fintech ilegal sebagaimana yang diberitakan di beberapa media," ujar Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek dalam rilis yang diterima Tribunjabar.id.

Pihak Gojek mengimbau secara serius para pengguna aplikasi Gojek untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan aplikasi di perangkat elektroniknya.

Bule Penjual Konten Pornografi Ditangkap di Bali, Petugas Imigrasi Bongkar Isi Video di Ponselnya

"Juga berhati-hati dalam memberikan akses yang dapat dilakukan oleh aplikasi tersebut," ujarnya.

Hal ini untuk menghindari perekaman data-data secara ilegal yang tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan aplikasi Gojek.

"Kami juga mengimbau para pengguna dan mitra untuk mengakses layanan jasa keuangan yang resmi dan diawasi OJK," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, perusahaan jasa keuangan berbasis aplikasi teknologi finansial atau fintech makin marak.

Mereka makin gencar menawarkan pinjaman uang dengan syarat yang sangat mudah. Dalam hitungan menit, uang pun bisa dicairkan.

Belakangan isu fintech menghebohkan masyarakat jagat maya, Facebook.

Kalimantan Dipilih Jadi Lokasi Ibu Kota Baru, Kapan Jadwal Konstruksinya?

Fintech peer to peer lending yang menggunakan ribuan data pengguna dari aplikasi Gojek, Grab, dan Tokopedia.

Apa tanggapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menaungi sejumlah fintech soal hebohnya penggunaan ribuan data pengguna dari aplikasi Gojek, Grab, dan Tokopedia?

Menanggapi hal itu, juru bicara Otoritas Jasa Keuangan Sekar Putih Djarot mengatakan, fintech ilegal memang tidak termasuk dalam pengawasan OJK.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved