VIDEO Pilot Pertama Garuda Indonesia dari Papua Akui Awalnya Takut Ketinggian
Pada awalnya, perempuan yang menamatkan sekolah penerbangannya di New Zealand itu mengaku takut akan ketinggian.
Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan
TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Pilot pertama Garuda Indonesia dari Papua, Vanda Astri Kolisano mengisahkan pengalamannya melalui proses menjadi seorang pilot.
Pada awalnya, perempuan yang menamatkan sekolah penerbangannya di New Zealand itu mengaku takut akan ketinggian.
• VIDEO Vanda Astri Kolisano, Pilot Perempuan Pertama Garuda dari Papua Ingin Mendarat di Sentani
Hingga mengalami gangguan saat belajar mendaratkan pesawat.
Namun, diakuinya lama kelamaan berada di ketinggian saat di kockpit pesawat, menjadi biasa.
• Profil Lengkap Vanda Astri dan Martha Itaar, 2 Pilot Perempuan Pertama Garuda Indonesia Asal Papua
"Aku emang orangnya takut ketinggian, jadi pas awal-awal turun (mendarat) itu kan sama instruktur. Jadi pas mendarat agak shaing (goyang) gitu. Tapi lama-kelamaan jadi terbiasa," kata Vanda.
Vanda mengaku pada awalnya menyukai dunia penerbangan dari perasaan pertama kali ada di bandara waktu kecil.
• Rekrut 2 Pilot Wanita Pertama Asal Papua, Garuda Indonesia Pastikan Keduanya Tak Pakai Jalur Khusus
Menurutnya, berada di bandara sangat menyenangkan, hingga ia memutuskan untuk menjadi pilot.
"Saya memang waktu kecil memang suka sama air port, sama bandara gitu. Jadi setiap ke bandara itu seneng banget, ngga tau, vibe-nya beda aja. Jadi saya ingin jadi pilot atau kalau ngga bisa pilot ya pramugari, waktu itu mikirnya gitu," ujar Vanda.
• Garuda Indonesia Group Rekrut Dua Pilot Perempuan Pertama Asal Papua
Cita-cita menjadi pilot didukung kedua orangtuanya dan dirinya beruntung menadapat beasiswa sekolah penerbang ke Nelson Aviation College, Selandia Baru seusai menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA). (*)