Kerusuhan di Manokwari

Polri Sebut Konten Negatif yang Provokasi Warga Papua Sudah Dihapus Pemilik Akun

Polri mengungkapkan bahwa konten yang dinilai provokatif di media sosial terkait penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang sudah dihapus.

Editor: Sigit Ariyanto
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). 

"Awalnya kan memang terjadi perusakan terhadap Bendera Merah Putih, itu provokasi awal sehingga masyarakat setempat melakukan pengepungan," tuturnya.

Diberitakan, protes atas penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang, masih berlanjut di Manokwari, Papua Barat, Senin pagi.

Terkait 43 Mahasiswa Papua yang Dibawa Polisi dari Asrama: Mereka Justru Diamankan dari Ormas

Aksi massa ini berunjung anarkistis.

Pengunjuk rasa dengan membakar kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat di Jalan Siliwangi, Manokwari.

Selain Gedung DPRD, massa juga membakar sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.

Wagub Papua Barat Mohamad Lakotani Cek Fasilitas Umum yang Terbakar Akibat Kerusuhan di Manokwari

Tidak hanya itu, massa juga melakukan pelemparan terhadap Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari, yang datang untuk menenangkan massa.

Untuk menghentikan aksi anarkis tersebut, polisi terpaksa menembakan gas air mata.

Polri menerjunkan 7 SSK (satuan setingkat kompi), sementara TNI menerjunkan 2 SKK untuk mengendalikan situasi di Manokwari.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri: Konten Negatif yang Provokasi Warga Papua Sudah Dihapus"

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved