Kerusuhan di Papua

60 Saksi terkait Kasus Dugaan Rasisme ke Mahasiswa Papua di Surabaya Telah Diperiksa Polda Jatim

Kepolisian Daerah Jawa Timur memeriksa 60 saksi terkait dugaan tindakan diskriminasi dan lontaran kalimat rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya

60 Saksi terkait Kasus Dugaan Rasisme ke Mahasiswa Papua di Surabaya Telah Diperiksa Polda Jatim
Surya/Mohammad Romadoni
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera 

TRIBUNPAPUA.COM - Kepolisian Daerah Jawa Timur telah memeriksa 60 saksi terkait dugaan tindakan diskriminasi dan lontaran kalimat rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

"Sebanyak 54 (orang). Hari ini tambah 6 (orang)," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Barung mengatakan, polisi hanya berwenang memeriksa masyarakat sipil.

Polri hanya melakukan langkah hukum sesuai wewenangnya.

5 Fakta Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Papua di Depan Istana, Teriakkan Referendum Berulang-ulang

"Yang oknum TNI diperiksa internal TNI," ucap dia.

Di antara saksi tersebut, Barung menuturkan, pihaknya turut memeriksa Tri Susanti.

Tri merupakan salah satu anggota ormas yang ikut mendatangi asrama mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

Sebelumnya, ormas di Surabaya yang menuding mahasiswa asal Papua merusak bendera Merah Putih, meminta maaf.

Sebab, kedatangan mereka ke Asrama Mahasiswa Papua, Sabtu (17/8/2019) telah membuat aparat membawa mahasiswa Papua ke kantor polisi dan sempat terlontar kata-kata berbau rasis.

Singgung Kasus Kemanusiaan di Nduga Papua, KontraS: Apa yang yang Dilakukan Jakarta?

Hal inilah yang menjadi pemicu kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved