Cerita Korban Kerusuhan Manokwari, Tahan Pintu Rumah Pakai Tangan saat Massa Mendobraknya Pakai Kayu

Kerusuhan di Manokwari beberapa hari lalu menyisakan kisah yang mungkin tak akan dilupakan bagi Johannes (55).

Cerita Korban Kerusuhan Manokwari, Tahan Pintu Rumah Pakai Tangan saat Massa Mendobraknya Pakai Kayu
Tribun-Timur/ Fahrizal Syam
Rumah Johannes, korban kerusuhan Manokwari 

Mencegah terjadi apa-apa, Johannes bahkan mengaku telah memberikan beberapa bungkus rokok dan air minum kepada warga.

"Saya sudah kenal warga sekitar sini, mereka juga kenal saya. Saya kasih mereka rokok sama air minum, tapi jan jumlahnya sangat banyak. Banyak massa yang tak kenal saya, merekalah yang mau bobol ini," ucap Johannes.

Dalam keadaan panik, Johannes yang sejak lahir menetap di Papua, berusaha mempertahankan rumahnya dari serbuan massa.

7 Fakta Tewasnya 1 KKB di Wamena, Bermula dari Teriakan Warga hingga TNI-Polri Sempat Bernegosiasi

Ia bahkan juga harus berjibaku menahan perihnya gas air mata yang ditembakkan polisi di sekitar rumahnya.

"Kena gas air mata, yah kita tetap bertahan. Mau minta bantuan juga tidak bisa, siapa yang bisa bantu kalau massa sudah banyak begitu," kata dia.

Menurut Johannes, kerusuhan di Manokwari bukanlah hal baru, sebelumnya sudah kerap terjadi.

"Rumah saya dulu pakai jendela kaca semua, dirusak massa waktu kerusuhan juga beberapa tahun lalu, jadi sekarang pakai kayu saja," ungkapnya.

Ia berharap, kerusuhan ini menjadi yang terakhir di Manokwari.

"Kita harap jangan ada begini lagi, itu masalah kecil meluas. Kita orang Papua gampang tersinggung, kalau ada masalah, imbasnya ke kita juga," pungkas Johannes. 

(Tribun-Timur/ Fahrizal Syam)

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved