Popnas dan Peparnas Tak Jadi di Papua dan Pindah ke Jakarta, Ini Alasannya

Penyelenggaraan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020 yang awalnya akan berlangsung di Papua digeser ke ibu kota Jakarta.

Popnas dan Peparnas Tak Jadi di Papua dan Pindah ke Jakarta, Ini Alasannya
Kompas.com
Tiga atlet SEA Games XXIX/2017 turun di Popnas 2017: Felicia Angelica (DKI), Azzahra Permatahani (riau) dan Sophie Kemala (DKI) 

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Penyelenggaraan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2020 yang awalnya akan berlangsung di Papua digeser ke ibu kota Jakarta.

"Papua difokuskan menjadi tempat penyelenggaraan PON, yang lain, seperti Pekan Paralimpik Nasional akan digeser ke tempat lain, bisanya ada 'test event' seperti Pekan Olahraga Pelajar setahun sebelumnya juga akan kita geser ke Jakarta, Papua fokus untuk menjadi tempat PON 2020," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam konferensi pers di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin.

Imam Nahrawi didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan pernyataan resmi seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik "Persiapan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas Tahun 2020 di Provinsi Papua".

PON 2020 Tak Hanya Ajang Kompetisi, Lukas Enembe: Kita akan Lihat Persatuan Bisa Terjadi di Papua

Dalam pernyataannya, Lukas mengaku kebutuhan dana yang besar untuk pembangunan fasilitas PON akan disokong dengan pendanaan dari pemerintah pusat.

"Dari APBN juga dikerjakan menggunakan dana pusat, kita harap 2020 sudah selesai," kata Lukas.

Lukas juga menjelaskan sebanyak 1.300 atlet Papua sudah memasuki pemusatan latihan untuk dapat bertanding di PON 2020.

Terkait aspek keamanan, Lukas menilai tiga tempat pelaksanaan PON, yaitu kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mimika kondusif.

PON 2020 Papua akan Digelar di 3 Wilayah dengan 37 Cabang Olahraga

"Memang di Jayapura masih kondusif, saya yakin akan aman, kita koordinasi dengan wali kota karena akan diselenggarakan di tiga tempat, saya rasa tidak masalah," ungkap Lukas.

Saat membuka rapat, Presiden Joko Widodo meminta agar pembangunan infrastruktur PON dikebut.

"Waktu kita tinggal setahun lagi dan dalam rapat terbatas ini saya ingin menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur pendukung penyelenggaraan PON," ungkap Presiden.

Halaman
12
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved