Kerusuhan di Manokwari

Putri, Pedagang di Manokwari Masih Takut Jualan di Pasar Meski Sepekan setelah Kerusuhan Terjadi

Sepekan setelah dilanda rangkaian demonstrasi berujung pembakaran di Manokwari di Papua Barat, sejumlah warga menyatakan masih "takut".

Editor: Sigit Ariyanto
SAFWAN ASHARI via BBC
Putri, salah seorang warga di Manokwari, mengaku masih khawatir. 

Menurutnya, satu kelas hanya diisi delapan sampai 10 siswa, sehingga dua kelas digabungkan menjadi satu.

"Satu minggu kami sudah tidak belajar, tadi baru mau buka, tapi ada isu susulan katanya demo hari ini sehingga orang tua takut," tuturnya.

Spesifikasi SS1 V2 Pindad, Senjata TNI yang Dirampas Massa saat Aksi di Deiyai Papua

Perpanjangan masa tugas personel tambahan

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Yosia Krey, mengatakan saat ini kota Manokwari sudah kondusif.

"Sudah kondusif. Jaringan yang mati itu untuk mengantisipasi berita-berita hoaks yang memancing sehingga menimbulkan emosi lagi," ujar Krey, merujuk pemblokiran internet di Papua.

Lebih dari 1.000 personel itu didatangkan dari Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, hingga Bali.

Sejumlah fasilitas umum dibakar dan dihancurkan beberapa pengunjuk rasa di Manokwari, Senin (19/08), termasuk properti pribadi warga setempat.

Gedung DPRD Papua Barat dan ruang pamer mobil di Manokwari juga dibakar Senin (19/08) pagi.

Aksi pembakaran ini terjadi setelah sekelompok orang menggelar unjuk rasa memprotes tindakan aparat di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. 

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sepekan Setelah Kerusuhan di Manokwari, Putri Masih Takut Jualan di Pasar

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved