417 Penambang Emas di Yahukimo selamatkan Diri Ke Boven Digoel, 5 di antaranya Dirawat di RS

Jumlah pendulang emas tradisional yang menyelamatkan diri ke Kabupaten Boven Digoel, Papua, terus bertambah.

417 Penambang Emas di Yahukimo selamatkan Diri Ke Boven Digoel, 5 di antaranya Dirawat di RS
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Tampak dalam peta, posisi Kabupaten Boven Digoel tidak jauh dari Yahukimo, Papua 

TRIBUNPAPUA.COM - Jumlah pendulang emas tradisional yang menyelamatkan diri ke Kabupaten Boven Digoel, Papua, terus bertambah.

Mereka sebelumnya melakukan aktivitas penambangan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua.

"Sudah 417 orang dievakuasi Polres Boven Digoel, lima di antaranya sedang dirawat di rumah sakit," ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, di Jayapura, Kamis (5/9/2019).

Tak Terkait Kerusuhan Papua, Wiranto Sebut Penyerangan di Yahukimo Terjadi karena Konflik Lama

Ia menyebut, hingga kini tim dari Polres Asmat yang ditugaskan untuk mengecek lokasi kejadian belum memberikan informasi.

Menurut Kamal, di lokasi yang dituju tidak tersedia jaringan telekomunikasi.

"Sampai saat ini sudah hari ketiga, Kapolres Asmat yang mendapat informasi awal melakukan penelusuran ke lokasi belum mendapat informasi perkembangan di sekitar lokasi kejadian," tutur Kamal.

Penyerangan Pendulang Emas di Yahukimo, Polri: Itu Dilakukan secara Tiba-tiba

Sebelumnya diberitakan, polisi mencatat sekitar lima orang yang diduga penambang emas tewas akibat diserang warga lokal di Distrik Sarandela, Kabupaten Yahukimo.

"Informasi awal diketahui sekitar 5 orang meninggal karena kena parang dan anak panah," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Sementara, sejumlah orang lainnya yang diduga sebagai penambang emas melarikan diri ke dalam hutan.

(KOMPAS.com/Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 417 Penambang Emas di Yahukimo Menyelamatkan Diri Ke Boven Digoel

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved