Kerusuhan di Papua

Polda Jatim Tangkap Pelaku yang Buat Konten Provokatif terkait Kasus Asrama Mahasiswa Papua

Polda Jatim kembali menangkap seorang pelaku yang turut memperkeruh insiden kericuhan di Asrama Mahasisa Papua yang berujung kerusuhan di Papua.

Polda Jatim Tangkap Pelaku yang Buat Konten Provokatif terkait Kasus Asrama Mahasiswa Papua
Tribun Jatim/Istimewa
Andria Adiansah (25) di Mapolda Jatim. Tersangka dibekuk polisi lantaran mengunggah konten YouTube bernada provokatif soal insiden kerusuhan Asrama Papua di Surabaya beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPAPUA.COM - Polda Jatim kembali menangkap seorang pelaku yang turut memperkeruh insiden kericuhan di Asrama Mahasiswa Papua yang berujung kerusuhan di Papua.

Pelaku merupakan pembuat konten YouTube asal Kebumen, Jawa Tengah, bernama Andria Adiansah (25).

Andria Adiansah secara sengaja membuat konten video kolase yang dibuat menggunakan beberapa foto-foto lawas dari insiden di Gedung Asrama Mahasiswa Papua tahun 2016 silam.

Menkominfo: Isu Papua Bukan Hanya Isu Domestik, tapi Sudah Jadi Isu Internasional

Video tersebut diunggah dalam akun channel YouTube bernama 'SPLN Channel'.

Video yang berisikan kolase foto lawas itu berdurasi 1 menit 34 detik.

Menurut Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara, pelaku membuat konten video yang berisikan insiden kericuhan Asrama Mahasiswa Papua yang cenderung provokatif.

Pelaku memanipulasi rekaman video lama tahun 2016 tentang kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua, yang seakan-akan menjadi bagian video lain dalam kericuhan di Asrama Mahasiswa Papua, Jumat (16/8/2019) silam.

Sebut Pola Pikir Pemerintah Terlalu Kaku soal Papua, Usman Hamid: Seolah Tak Ada Ruang untuk Dialog

Parahnya lagi, ungkap Arman, pelaku membubuhi judul video tersebut dengan kalimat yang cenderung provokatif.

"Dari YouTube, dia mengganti judulnya dengan judul 'tolak bendera merah putih, Asrama Kalasan digeruduk warga' ini," katanya di Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Kamis (5/9/2019).

Arman mengungkapkan, pelaku menggunggah video tersebut pada Jumat (16/8/2019) saat bentrokan pecah antara massa ormas dan massa penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya.

"Sebagai mengunggah YouTube yang di mana YouTube itu, 17 Juli 2016 diunggah kembali diupdate 16 Agustus 2019," ujarnya.

Prabowo Serukan Semua Pihak Dukung Pemerintah soal Papua: Soal Kedaulatan Tak Ada Beda Pandangan

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved