Kerusuhan di Papua

Soal Papua, Franz Magnis Suseno: Pendekatan Dialog Bisa Meminimalisir Adanya Pelanggaran HAM

Rohaniawan Franz Magnis Suseno menilai aksi demonstrasi di Papua jadi evaluasi bagi pemerintah bahwa penanganan konflik di Papua harus diubah.

Soal Papua, Franz Magnis Suseno: Pendekatan Dialog Bisa Meminimalisir Adanya Pelanggaran HAM
(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
Rohaniawan Katolik Franz Magnis Suseno Saat berbicara dalam peluncuran buku Mantan Direktur Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq berjudul Membela Islam, Membela Kemanusiaan di auditorium CSIS, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017) malam. 

TRIBUNPAPUA.COM - Rohaniawan Romo Franz Magnis Suseno menilai munculnya aksi demonstrasi di Papua dan Papua Barat menjadi evaluasi bagi pemerintah bahwa penanganan konflik di Papua harus diubah.

Menurutnya, penggunaan cara-cara yang sifatnya pemaksaan harus diganti dengan pendekatan baru yang humanis dan berbasis hak asasi manusia (HAM).

"Salah satunya yang bisa dilakukan pemerintah adalah pendekatan dialog sebagai pendekatan baru untuk mengakhiri konflik. Dialog juga meminimalisir adanya penyimpangan atau pelanggaran HAM," ujar Romo Magnis seusai diskusi bertajuk "Papua dalam Dialog" di Gedung PMKRI, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019).

Majelis Rakyat Papua: Lebih dari 200 Mahasiswa Asal Papua Pulang Kampung

Ia menekankan, dialog dalam hal ini tidak sekadar pertemuan antara presiden atau pemerintah dan para tokoh Papua, tetapi lebih ke pendekatan strategis untuk membahas masalah, mencari solusi bersama, hingga membangun kesepakatan yang mengikat antar aktor-aktor konflik Papua.

Dialog, lanjutnya, harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah pusat, masyarakat adat Papua, akademisi, aktivis HAM, dan berbagai aktor penting lainnya.

"Para pihak itulah yang kemudian membahas semua akar masalah. Tak hanya masalah pembangunan, pendekatan dialog juga juga digunakan untuk membahas isu sosial, politik, dan HAM," tutur Guru Besar Filsafat STF Driyarkara ini. 

Freddy Numberi: Penempatan Aparat Bukan Solusi Persoalan Siklus Kekerasan di Papua

"Dengan demikian, dialog dapat menjadi kunci menyelesaikan soal secara inklusif dan lebih komprehensif," sambungnya.

Ia meyakini, dialog sebagai salah satu cara ampuh memadamkan konflik di Tanah Papua yang berbasiskan HAM.

Dirinya pun mendorong pemerintah untuk tidak menunda implementasi dialog.

"Berhasil tidaknya pendekatan dialog ini dapat terlihat jika pemerintah dan berbagai aktor konflik Papua berkomitmen menjalankanya secara damai. Yang pasti, kalau menunda implementasi dialog, konflik akan terus ada," ujar Romo Magnis.

(Kompas.com/Christoforus Ristianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Rohaniawan Romo Magniz Serukan Pendekatan Dialog Atasi Permasalahan Papua

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved