Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Pekan Ini, Polda Jatim Berencana Kirim Surat Penarikan Paspor Veronica Koman ke Ditjen Imigrasi

Polda Jatim berencana kirim surat penarikan paspor untuk tersangka Veronica Koman ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham.

twitter.com/papua_satu
Veronica Koman 

TRIBUNPAPUA.COM - Polda Jawa Timur berencana mengirim surat penarikan paspor untuk tersangka Veronica Koman kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada pekan ini.

Veronica sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan menyebarkan konten berita bohong atau hoaks dan provokatif terkait kerusuhan Papua dan Papua Barat.

"Belum, minggu inilah (suratnya dikirim). Itu sifatnya koordinasi saja," ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung ketika dihubungi Kompas.com, Senin (9/9/2019).

Polda Jatim Minta Proses Hukum Veronica Koman Tak Dikaitkan dengan Profesinya sebagai Aktivis

Barung mengatakan, langkah itu dilakukan untuk menangkap Veronica Koman. Pengacara dan aktivis HAM itu diduga polisi berada di luar negeri.

Menurut Barung, dibutuhkan koordinasi dari berbagai institusi untuk melakukan langkah penegakan hukum, yaitu Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, dan Interpol yang bekerja sama dengan Mabes Polri.

Barung pun menegaskan bahwa penarikan paspor tersebut dilakukan oleh institusi terkait dan bukan polisi.

Polisi Dekati Keluarga Veronica Koman: Agar yang Bersangkutan Kembali ke Indonesia dan Serahkan Diri

"Instrumen itu bekerja semua karena yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, bagaimana memeriksanya, nah instrumennya harus berjalan," ucap Barung.

"Tidak ada polisi mau melakukan pemblokiran, mencabut paspor, enggak ada itu," kata dia.

Polisi menjerat Veronica dengan sejumlah pasal dalam beberapa undang-undang.

Penetapan Veronica Koman sebagai Tersangka dan Tuduhan Terhadap Benny Wenda Dinilai Tak Tepat

Antara lain, terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait pasal penghasutan, dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Polisi menyebut saat ini Veronica berada di luar negeri bersama suaminya.

Surat panggilan pemeriksaan sudah dikirim polisi di dua alamat rumah di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Menurut aparat kepolisian, ada beberapa unggahan Veronica yang bernada provokasi.

Profil Veronica Koman Tersangka Kasus Papua, Pengacara HAM hingga Bantu Pengungsi Internasional

Salah satunya pada 18 Agustus 2019, "Moment polisi mulai tembak asrama Papua. Total 23 tembakan dan gas air mata". Ada juga unggahan yang kalimatnya "Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung disuruh keluar ke lautan massa".

Kemudian, "43 mahasiswa Papua ditangkap tanpa alasan yang jelas, 5 terluka, 1 terkena tembakan gas air mata".

Akan tetapi, penetapan tersangka Veronica menuai kritik.

Salah satunya disampaikan Wakil Ketua Bidang Eksternak Komnas HAM, Sandrayati Moniaga.

Alasan Polda Jatim Tetapkan Veronica Koman sebagai Tersangka dalam Demo di Asrama Papua Surabaya

Menurut Sandra, yang dilakukan Veronica di media sosial merupakan pembelaan terhadap HAM mahasiswa Papua.

"Pembela HAM dalam mekanisme PBB itu harusnya mendapatkan perlindungan lebih dari negara," ujar Sandrayati saat ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).

"Negara harus bisa melihat bahwa mereka punya peran dalam HAM," kata dia.

(Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polda Jatim Akan Kirim Surat Penarikan Paspor Veronica Koman Pekan Ini

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved