SBY: Tak Ada Resep Ajaib untuk Merawat Persatuan Kecuali 2 Hal Ini

SBY menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus menjalankan dua nilai fundamental demi merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

SBY: Tak Ada Resep Ajaib untuk Merawat Persatuan Kecuali 2 Hal Ini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat akan memberikan konferensi pers terkait tudingan oercakapan telepon dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Dalam keterangannya, SBY membenarkan bahwa benar adanya percakapan dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin namun tidak ada kaitannya dengan kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kabar penyadapan pembicaraan telepon dirinya dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin. 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus menjalankan dua nilai fundamental demi merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dua nilai yang dimaksud, yakni kasih sayang dan persaudaraan.

"Tidak ada resep ajaib untuk merawat persatuan dan kerukunan. Kecuali secara sadar menjalankan dua nilai fundamental. Pertama kasih sayang, love, di antara kita dan bukan kebencian," ujar SBY dalam pidato di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/9/2019).

Nyatakan Dukungan untuk Pemerintahan Baru, SBY: Saya Titipkan Harapan kepada Jokowi

"Kedua, rasa persaudaraan, brotherhood yang kuat di antara kita sesama warga Indonesia. Bukan membangun permusuhan di antara masyarakat yang berbeda identitas," lanjut dia.

SBY menekankan, Indonesia merupakan negara majemuk dari sisi identitas.

Mulai dari agama, paham, bahkan aliran politik dan strata ekonomi.

Dilihat secara historis, kemajemukan ini di satu sisi merupakan anugerah dan kekuatan.

Beri Ucapan Ultah ke SBY, AHY: Aku Tahu Betapa Beratnya Pepo Harus Rayakan Ulang Tahun Tanpa Memo

Namun pada sisi lain merupakan kerawanan, sumber konflik dan kelemahan bangsa.

Terlebih tahun-tahun terakhir di mana pesta demokrasi diselenggarakan.

"Terus terang, tahun-tahun terakhir ini kasih sayang dan persaudaraan kita melemah. Sementara jarak permusuhan menguat. Ini lampu kuning. Ini sebuah fenomena dan arus buruk yang sangat membahayakan masyarakat dan bangsa kita," ujar SBY.

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk mengambil tanggung jawab menghentikan fenomena ini agar bangsa Indonesia kembali ke jalan yang benar.

(Kristian Erdianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul SBY Serukan Kasih Sayang dan Persaudaraan

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved