Kerusuhan di Papua

Bupati Mamberamo Tengah Minta Oknum TNI Pelaku Rasis pada Mahasiswa Papua Segera Diproses Hukum

Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) R. Ham Pagawak minta oknum aparat keamanan pelaku rasis di depan Asrama Mahasiswa Papua segera ditindak.

Bupati Mamberamo Tengah Minta Oknum TNI Pelaku Rasis pada Mahasiswa Papua Segera Diproses Hukum
www.papua.go.id
upati Mamberamo Tengah (Mamteng) R. Ham Pagawak 

TRIBUNPAPUA.COM - Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) R. Ham Pagawak minta institusi TNI/Polri, segera mendorong proses hukum terhadap oknum aparat keamanan pelaku rasis di depan Asrama Mahasiswa Papua, di Jalan Kalasan, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Dikutip TribunPapua.com dari laman resmi Pemprov Papua, Selasa (10/9/2019), menurut dia, yang menjadi tersangka oleh pihak kepolisian saat ini adalah pihak-pihak yang menyebarkan video rasis dan ujaran kebencian.

Sementara oknum TNI pelaku rasis didalam video belum mendapat proses hukum.

Polisi Tetapkan 30 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan di Papua Barat

"Dan hal ini membuat sejumlah mahasiswa tidak mau tinggal lagi di Surabaya. Sehingga kalau boleh kita minta proses hukum kepada pelaku rasis ini harus cepat," ujarnya.

"Supaya orang Papua percaya kepada negara," terang Bupati Ham Pagawak, di Jayapura, Senin (9/9/2019).

Ia katakan, saat ini sekitar 60 mahasiswa dari total 500 orang yang dikirim Mamberamo Tengah, telah pulang dari kota studi di luar Papua.

Terkait Kasus Teror Lempar Ular di Asrama Mahasiswa Papua, Wali Kota Risma Serahkan kepada Polisi

Mereka mengaku tak nyaman dan trauma dengan sikap rasis yang menimpa mahasiswa asal Papua di Surabaya.

Sementara menyikapi hal tersebut, Bupati menyebut sedang melakukan pendekatan untuk memfasilitasi para mahasiswa agar kembali mengikuti proses belajar mengajar.

Diminta Bangun Istana Presiden di Papua, Jokowi: Tahun Depan

"Memang dilema kami saat ini para orangtua mahasiswa sedang desak kami untuk pulangkan anak-anak mereka. Kalau ini terjadi tentu kami pemerintah daerah sangat dirugikan. Apalagi kami sudah terlanjur bayar kontrakan yang menjadi tempat tinggal mahasiswa di seluruh Indonesia" jelasnya.

"Yang pasti sementara ini kita sedang menunggu petunjuk bapak Gubernur. Namun kalau mahasiswa ingin menetap di Jayapura, kita harus tampung mereka dan langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah mendorong mereka berkuliah di Uncen Jayapura atau di Universitas Manokwari Papua Barat," tuntasnya.

(TribunPapua.com)

Penulis: Sigit Ariyanto
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved