Kerusuhan di Papua

Formappi Kritik Jokowi: Lebih Baik Selesaikan Masalah Ketidakadilan di Papua Ketimbang Bangun Istana

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta melakukan kajian lebih mendalam terkait membangun Istana Presiden di Papua pada 2020.

Formappi Kritik Jokowi: Lebih Baik Selesaikan Masalah Ketidakadilan di Papua Ketimbang Bangun Istana
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Peneliti Formappi (dari kiri ke kanan): Lucius Karus, M Djadijono dan I Made Leo Wiratma. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta melakukan kajian lebih mendalam terkait membangun Istana Presiden di Papua pada 2020.

Pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), I Made Leo Wiratma menilai bukan pembangunan Istana Kepresidenan menjadi prioritas dan paling mendesak dibutuhkan di Papua.

Dia melihat, yang sering menjadi penyebab aksi-aksi massa di Papua adalah ketidakadilan, baik secara ekonomi, hukum, dan HAM.

"Yang sering menjadi penyebab aksi-aksi massa di Papua adalah ketidakadilan, baik secara ekonomi, hukum, dan HAM," ujar I Made Leo kepada Tribunnews.com, Selasa (10/9/2019).

Fokus pada penyelesaian persoalan tersebut menurut dia, jauh lebih penting segera dilakukan Jokowi, ketimbang membangun Istana Kepresidenan di Papua.

"Jadi Presiden seharusnya fokus untuk menyelesaikan masalah tersebut," tegasnya.

Kemensos Salurkan Bantuan Rp 7,3 Miliar Kepada 1.455 Pelaku Usaha dan Korban

Karena itu, dia tegaskan, pembangunan Istana Presiden di Papua perlu kajian mendalam lagi, meskipun merupakan permintaan perwakilan Papua.

Bisik-bisik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons permintaan para tokoh Papua dan Papua Barat untuk membangun Istana Presiden Republik Indonesia di Papua.

Halaman
1234
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved