Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Gubernur Lukas Enembe Imbau Pemuka Agama Jadwalkan Doa dan Puasa untuk Redakan Masalah di Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe instruksikan gunakan jalur kerohanian untuk meredakan persoalan yang terjadi di Bumi Cenderawasih.

Penulis: Sigit Ariyanto | Editor: mohamad yoenus
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Gubernur Papua Lukas Enembe 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe instruksikan gunakan jalur kerohanian untuk meredakan persoalan yang terjadi di Bumi Cenderawasih.

Dikutip TribunPapua.com dari laman resmi Pemprov Papua, Sabtu (14/9/2019), Lukas menyerukan seluruh pimpinan agama di bumi cenderawasih, agar mulai menjadwalkan doa dan puasa di masing-masing tempat ibadahnya.

"Sebab kita (pemerintah daerah) sudah tidak mampu lagi tangani masalah (politik) saat ini. Kecuali doa dan puasa bisa meredakan persoalan di tanah Papua," terang Lukas di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura, Jumat (13/9/2019).

Gubernur Lukas Enembe Nilai Pertemuan Tokoh Papua Dengan Presiden Jokowi Belum Selesaikan Masalah

Menurut Lukas, doa dan puasa tersebut wajib dilaksanakan hingga tahun depan.

Selanjutnya diakhiri dalam suasana ibadah bersama di Stadion Papua Bangkit, 5 Februari 2020 mendatang.

"Kita harus berdoa sampai Februari 2020 di stadion Papua bangkit. Kita doa terakhir di sana (Stadion Papua Bangkit, red). Kita harus lakukan ini," terangnya.

Mahasiswa Papua Tolak Undangan Pertemuan dengan Gubernur Lukas Enembe, Ini Alasannya

Sementara rencana pertemuan Gubernur Papua dengan mahasiswa yang pulang dari luar daerah, terpaksa dibatalkan.

Hal ini karena sebagian besar perwakilan mahasiswa, tak datang memenuhi undangan.

Pemprov Papua pun mengagendakan untuk mengundang kembali seluruh mahasiswa yang kembali ke bumi cenderawasih, guna mencari solusi terbaik untuk masa depan mereka.

Gubernur Lukas Ancam Usir Pendulang Ilegal Dari Tanah Papua: Tak Boleh Keruk Kekayaan Kami

"Intinya sekarang kita menunggu waktu yang tepat (untuk berkomunikasi dengan mahasiswa). Tapi jika memungkinkan kita kumpulkan mereka pada satu tempat. Sehingga memudahkan untuk berkoordinasi," jelasnya.

"Sebab jangan sampai mereka ketinggalan perkuliahan yang merugikan para mahasiswa itu sendiri," harapnya.

(TribunPapua.com)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved