Bayi di Riau Sakit Kena Kabut Asap, Keluarga Menangis Sebut Tak Punya Uang untuk Berobat

Seorang bayi berusia sekitar satu bulan bernama Hirania Cahaya Putri, terpapar kabut asap di Pekanbaru, Riau.

Bayi di Riau Sakit Kena Kabut Asap, Keluarga Menangis Sebut Tak Punya Uang untuk Berobat
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Kabut asap menyelimuti jalan akses menuju jembatan Siak IV di Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Senin (9/9/2019). Berdasarkan pantauan satelit yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, di Riau terpantau 289 titik, hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir 185 titik, kemudian Pelalawan 57 titik, Indragiri Hulu 31 titik, Bengkalis 4 titik, Meranti dan Kampar masing-masing 2 titik, dan Dumai, Kuansing, serta Rokan Hilir masing-masing 1 titik. Sedangkan di provinsi tetangga paling parah ada di Jambi 504 titik, Sumatera Selatan 332 titik, Lampung 70 titik, Bangka Belitung 66 titik, Kepulauan Riau 14 titik, dan Sumatera Barat 3 titik. 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang bayi berusia sekitar satu bulan bernama Hirania Cahaya Putri, terpapar kabut asap di Pekanbaru, Riau.

Kondisi kesehatannya menurun, namun orangtuanya tak punya biaya untuk berobat.

Korban anak dari pasangan Nadia Rafika (16) dan Robisep (20), warga Jalan Surabaya, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Hal ini diceritakan nenek si bayi, Ayang Nurmika (39), kepada Kompas.com di posko pengungsian di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2019).

Dia menceritakan, cucunya itu awalnya dibawa ke posko kesehatan, karena sudah empat hari batuk-batuk dan pilek akibat terpapar kabut asap.

Ayang Nurmika, nenek dari bayi yang darurat terpapar kabut asap saat didampingi Kabid Humas DPW PKS Riau, Muhammad Sabarudi di posko pengungsian di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2019).
Ayang Nurmika, nenek dari bayi yang darurat terpapar kabut asap saat didampingi Kabid Humas DPW PKS Riau, Muhammad Sabarudi di posko pengungsian di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2019). ((KOMPAS.COM/IDON))

Kabut Asap di Kepri Makin Tebal, 5 Posko Disiagakan dan Tenaga Medis Siaga 24 Jam

"Kemarin, Minggu (16/9/2019, kami hubungi posko PKS karena mau mengungsi. Terus kami dijemput ke rumah," kata Ayang.

Setelah satu malam berada di posko pengungsian, sebut dia, kondisi cucunya semakin parah.

"Cucu saya muntahnya banyak sekali. Ada yang sampai keluar dari hidungnya. Badannya membiru. Kondisinya sudah darurat," kata Ayang.

Dia mengaku mulai khawatir.

Kemudian bayi dibawa ke ruang pemeriksaan di posko kesehatan. Karena kondisi bayi semakin memburuk, petugas medis memutuskan untuk merujuk bayi ke rumah sakit.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved