Kabut Asap, Jadwal Penerbangan di Pagi Hari Rawan Terganggu

Ratusan penerbangan di sejumlah rute terpaksa dibatalkan akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Kabut Asap, Jadwal Penerbangan di Pagi Hari Rawan Terganggu
(TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
Kondisi Bandara APT Pranoto saat udara Samarinda berasap sejak sekitar 5 hari lalu, di kawasan jalan Poros Samarinda Bontang, Samarinda Utara, Senin (16/9/2019). Kabut asap berasal dari kebakaran lahan di kawasan Kalimantan maupun Samarinda dan sekitarnya sejak sepekani lalu menyebabkan jarak pandang 3000 meter sehingga penerbangan dialihkan ke bandara terdekat dan mengalami penundaan atau cancelled. 

TRIBUNPAPUA.COM - Ratusan penerbangan di sejumlah rute terpaksa dibatalkan akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Selain itu, sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan (delay), pengalihan rute hingga kembali ke bandara awal (return to base/RTB).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, banyak penerbangan yang terganggu, terutama di wilayah Kalimantan Barat.

"Kami prihatin dengan kejadian ini. Dampak terbesar 3 bandara di Kalimantan Barat. Ada bandara Pontianak, Ketapang, dan Sambas," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Tak hanya itu, jumlah penerbangan di Kalimantan yang dibatalkan, menurutnya, mencapai 20-30 persen dari total penerbangan.

Dampak Kabut Asap, 81 Penerbangan Lion Air Group Dibatalkan, Cek Daftarnya di Sini

"Yang dibatalkan itu ada 20-30 persen per hari," ucapnya.

Menurutnya, jadwal penerbangan yang paling rawan terganggu adalah di pagi hari.

Alasannya, kondisi udara di waktu itu berkabut dan cukup menggangu jarak panjang (visibility).

"Makanya kalau jarak pandang itu bermasalah, maka kita minta mereka tidak mendarat. Biasanya pagi hari itu begitu berkabut sehingga tidak direkomendasikan pada jam tertentu. Dalam hal kalau sudah di atas jam 8 jam 9 (pagi) mereka bisa terbang terkadang masih ada kabut," jelas Mantan Dirut AP II itu.

Budi mengatakan, pihaknya akan terus memantau secara intensif kondisi terkini bagi aktivitas penerbangan.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved