Pemerintah Kucurkan Dana Bantuan Rp 5 Miliar untuk Pedagang Pasar di Fakfak yang Terimbas Kerusuhan

Pemerintah memberikan kucuran dana sebesar Rp 5 miliar bagi para pedagang Pasar Thumburuni, Fakfak, yang terkena imbas demo kerusuhan.

Pemerintah Kucurkan Dana Bantuan Rp 5 Miliar untuk Pedagang Pasar di Fakfak yang Terimbas Kerusuhan
Facebook/ Gunawan Pally
Kios Pasar Fakfak dibakar demonstran pada 21 Agustus 2019 

TRIBUNPAPUA.COM - Pemerintah memberikan kucuran dana sebesar Rp 5 miliar bagi para pedagang Pasar Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang terkena imbas demo dan kerusuhan pada 21 Agustus 2019 lalu.

Sebanyak 1.021 pedagang tercatat akan menerima bantuan dana stimulan dari pemerintah pusat.

Masing-masing pedagang akan mendapat dana bantuan sebesar Rp 5 juta.

"Pemda sudah mengajukan data ke Pemerintah Pusat, ada 1.021 pedagang dan telah dianggarkan Rp 5 miliar," kata Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Fakfak Ali Baham Temongmere dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Okupansi Hotel di Jayapura Berkurang 60 Persen Pasca-Kerusuhan

Sementara itu, mengenai pembagian lapak jualan di pasar yang nantinya akan dibangun kembali, pemerintah akan memprioritaskan pedagang orang asli Papua (OAP).

"Sejak pasar dibangun pada 2004, Pemda telah melakukan pengaturan untuk OAP dan non-OAP, namun telah mengalami perubahan. Namun, ke depan setelah pasar dibangun kembali, akan dilakukan pengaturan ulang," kata Ali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Fakfak Samaun Dahlan menambahkan, peninjau ulang di pasar sudah dilakukan.

Seusai pelantikan DPRD Fakfak, akan dilakukan pemindahan para pedagang ke pasar sementara di Tanjung Wagom.

Lukas Enembe Bakal Temui BIN dan Kapolri untuk Bahas Persoalan Mahasiswa Papua Pulang Kampung

Sementara itu, mengenai terbakarnya Pasar Thumburuni dalam aksi demo yang berujung kerusuhan, Polres Fakfak sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

"Untuk penyidikan kasus makar, sudah kita periksa 21 orang saksi untuk pengembangan pencarian tersangka. Sedangkan, untuk kasus pembakaran pasar, sudah kita tetapkan 3 tersangka," ujar Kapolres Fakfak AKBP Deddy Foury Millewa.

Meski demikian, penyidik mengalami kendala dalam proses penyelidikan.

Sebab, penyidik membutuhkan saksi ahli bahasa dan teknologi informasi untuk melakukan pengembangan.

Pasalnya, bukti yang mereka miliki terkait kasus makar masih sebatas video aksi massa yang terjadi saat itu.

(Kontributor Kompas TV Manokwari, Budy Setiawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Terimbas Kerusuhan Papua, Pedagang Pasar di Fakfak Dapat Bantuan Rp 5 Juta

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved