Kerusuhan di Papua

Tanggapan OJK terkait Kreditur Perbankan yang Terdampak Kerusuhan di Jayapura Papua

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Papua menyebut, sangat mungkin bila para korban tersebut merupakan kreditur dari perbankan yang ada di Jayapura.

Tanggapan OJK terkait Kreditur Perbankan yang Terdampak Kerusuhan di Jayapura Papua
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Seusai kerusuhan di Kota Jayapura, Papua, pada 29 Agustus 2019, pada Sabtu (31/08/2019) pagi aktifitas masyarakat sudah mulai pulih. Pasar tradisional, SPBU mulai beroperasi. Masyarakat, petugas kebersihan hingga Polisi mulai melakukan aksi bersih-bersih di jalanan 

TRIBUNPAPUA.COM, JAYAPURA - Kerusuhan yang terjadi di Kota Jayapura, Papua, pada 29 Agustus, mengakibatkan banyak korban yang mengalami kerugian material.

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Papua menyebut, sangat mungkin bila para korban tersebut merupakan kreditur dari perbankan yang ada di Jayapura.

Para korban tersebut diprediksi merupakan kreditur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Ini kami masih belum dapat datanya, tapi pasti kredit kecil karena kami melihat imbasnya, di sepanjang jalan, banyak toko–toko kecil, dan rata–rata KUR itu Rp 25 juta atau paling enggak di bawah Rp 500 juta," ujar Kepala OJK Papua, Adolf Simanjuntak, saat dihubungi, Selasa (17/9/2019).

Pedagang Pasar di Fakfak yang Terimbas Kerusuhan Papua Dapat Bantuan Rp 5 Juta

Menurut dia, pasca-kerusuhan, OJK telah mengeluarkan imbauan kepada perbankan untuk menghitung dan mendata kerugian, terutama yang merupakan kreditur.

Adolf menilai, sangat mungkin para kreditur yang menjadi korban kerusuhan tidak akan masuk dalam daftar hitam (blacklist) BI, terutama bagi mereka yang selama ini memliki catatan baik di perbankan.

"Peluang masuk blacklist-nya BI itu tidak karena ini kesalahannya bukan ada di mereka,"  kata dia.

Kebakaran Hebat di Asmat, Ratusan Korban Ditampung di 3 Lokasi

Secara keseluruhan, Adolf menilai dampak kerusuhan bagi kinerja perbankan akan terlihat dalam jangka waktu menengah, tiga sampai enam bulan setelah kejadian.

Selain dari sisi kreditur, Adolf menyebut, mengalami kerugian dari sisi alat operasional yang juga dirusak massa.

"Kami sudah minta ke perbankan, industri jasa keuangan, kira–kira potensi kerugiannya karena kerugiannya apa, dan berapa, seperti ATM yang rusak, kantor yang rusak," ujar dia.

(Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kreditur Perbankan Terdampak Kerusuhan Jayapura, Ini Tanggapan OJK"

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved