Kerusuhan di Papua

Minta Mahasiswa Eksodus Hentikan Aksi Anarkistis, Gubernur Papua: Jangan Datang ke Sini Mengganggu

Gubernur Lukas minta kepada mahasiswa asal bumi cenderawasih yang melakukan eksodus dari berbagai kota studi, segera hentikan aksi menganggu keamanan.

Minta Mahasiswa Eksodus Hentikan Aksi Anarkistis, Gubernur Papua: Jangan Datang ke Sini Mengganggu
www.papua.go.id
Gubernur Lukas Enemba Minta Mahasiswa Eksodus Hentikan Aksi Anarkistis 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe menanggapi aksi mahasiswa yang berujung anarkistis.

Dikutip TribunPapua.com dari laman resmi Pemprov Papua, Selasa (24/9/2019), Gubernur Lukas minta kepada mahasiswa asal bumi cenderawasih yang melakukan eksodus dari berbagai kota studi, segera menghentikan aksi menganggu keamanan maupun ketertiban daerah.

Penegasan ini disampaikan Lukas, menyikapi aksi demo di Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura serta rusuh di Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/9/2019), hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari aparat keamanan maupun rusaknya sejumlah bangunan pemerintah.

Terungkap Pemicu Demo Rusuh di Wamena, Rasisme Berawal dari Salah Paham Kata Keras Jadi Kera

 

"Saya minta kepada mahasiswa eksodus hentikan semua kegiatan yang mengganggu stabilitas keamanan masyarakat di Papua," ujar Lukas.

"Jangan datang ke sini mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat Papua dengan jargon-jargon tertentu. Itu tidak boleh," tegasnya.

Warga yang Tak Tahu Apa-apa Rumahnya Ikut Dibakar saat Rusuh di Wamena: Kami Salah Apa?

Seorang prajurit TNI, Praka Zulkifli Al Karim, Anggota Raider Batalyon 751, dilaporkan meninggal dunia saat pendemo diantar pulang dari Kampus Uncen Jayapura menuju ke tempat masing-masing.

Sementara empat petugas keamanan mengalami luka-luka.

Hal itu, diamini Lukas kendati pihaknya belum mendapat informasi secara akurat.

Supermarket Dibakar dalam Demo di Wamena Papua, Pegawai Lompat dari Lantai 2 demi Selamatkan Diri

"(Bahkan) dari masyarakat umum ada korban juga, tapi kami belum tahu berapa banyak yang terluka," akunyaa.

Sementara sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Jayawijaya, seperti kantor bupati, diduga dibakar pelajar SMA Negeri setempat.

"Para pelajar di Jayawijaya (saya harap) jangan terpengaruh dengan keinginan mahasiswa yang berdampak pada terganggunya studi maupun tempat belajar masing-masing," ujarnya.

Terungkap Sosok Pembacok Prajurit TNI hingga Gugur di Wamena, Pelaku Menyamar Jadi Mahasiswa

"Intinya siswa jangan terpengaruh dengan mahasiswa yang eksodus," pesannya.

"Karena pasti aparat keamanan akan tindak tegas kalau saudara ganggu aktivitas pemerintah, termasuk pembakaran maupun pemblokiran ruas jalan. Untuk itu, saya minta jangan dengan cara-cara kekerasan menyampaikan pendapat," harap Lukas.

(TribunPapua.com)

Penulis: Sigit Ariyanto
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved