Kerusuhan di Papua

Soal Papua, Wiranto: Berunding dengan Pihak-pihak yang Ingin Merdeka, Enggak Bisa

Menko Polhukam Wiranto menyebut, sulit jika pemerintah harus berdialog dengan aktivis separatis di Papua.

Soal Papua, Wiranto: Berunding dengan Pihak-pihak yang Ingin Merdeka, Enggak Bisa
WARTA KOTA/Henry Lopulalan
KONDISI KEAMANAN PAPUA - Menkopolhukam Wiranto (kanan, berkacamata) bersama sejumlah tokoh Papua menyampaikan keterangan terkait kondisi keamanan Papua di kantor Menkopulhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019). Pemerintah bersama tokoh Papua dan Papua Barat menghimbau masyarakat untuk menahan diri dan menghindari tindakan anarkis. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut, sulit jika pemerintah harus berdialog dengan aktivis separatis di Papua.

Pernyataan ini merespons permintaan jajaran DPRD Papua dan Papua Barat yang meminta pemerintah pusat membuka dialog dengan tokoh-tokoh Papua, khususnya yang dipandang memiliki ideologi konfrontatif seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

"Kalau dialog dengan tokoh yang menentang, atau berseberangan dengan pemerintah, harus berunding dengan organisasi yang menentang pemerintah, bahkan mengundang pihak ketiga, pasti sulit karena ini masalah internal," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (24/9/2019).

 

Ini 8 Tuntutan DPRD Papua dan Papua Barat saat Bertemu Menko Polhukam Wiranto

Wiranto Ungkap Alasan Pemerintah Tak akan Bertemu secara Formal dengan Benny Wenda

Wiranto menuturkan, Papua dan Papua Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu dikukuhkan melalui Resolusi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 2524.

Artinya, tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa status Papua dan Papua Barat final menjadi bagian dari RI.

Atas dasar hal tersebut, menurut Wiranto, tidak mungkin jika pemerintah harus berunding dengan pihak-pihak yang mau memisahkan Papua dan Papua Barat dari Indonesia.

Wiranto Sebut PBB Dukung Papua dan Papua Barat Tetap Jadi Bagian dari Indonesia

"Lalu kita mau berunding lagi dengan pihak-pihak yang ingin merdeka, pihak-pihak yang ingin referendum lagi, enggak bisa," katanya.

Wiranto menambahkan, seandainya ada rencana dialog, tidak ada lagi pihak ketiga yang mau memfasilitasi.

Sebab, masalah Papua menjadi persoalan internal Indonesia.

"Kita sudah punya perjanjian internasional bahwa antarnegara tidak boleh mengganggu urusan dalam negeri negara lain. Jadi ini perlu dipikirkan nanti," kata Wiranto.

Duga Ada Unsur Kesengajaan, Kapolri Sebut Kerusuhan Wamena Diciptakan untuk Tarik Perhatian PBB

Sejumlah anggota DPRD Papua dan Papua Barat menemui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (24/9/2019).

Jajaran DPRD ini menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan dari masyarakat Papua dan Papua Barat terkait situasi terkini.

Ada delapan tuntutan yang dibacakan, salah satunya meminta pemerintah pusat membuka dialog dengan tokoh-tokoh Papua, khususnya yang dipandang memiliki ideologi konfrontatif seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Diminta Buka Dialog dengan Aktivis Separatis, Wiranto Bilang Itu Sulit

Editor: mohamad yoenus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved