Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Cerita Pengungsi Wamena, Loncat dari Atap saat Kosnya Dibakar Massa: Yang Penting Selamatkan Nyawa

Muhammad Qoimuddin dan sejumlah kerabatnya, Senin (30/9/2019) sudah kembali di tengah-tengah keluarganya. Ia ceritakan detik-detik kerusuhan di Wamena

Editor: Sigit Ariyanto
(KOMPAS.com/A. FAIZAL)
Pengungsi Wamena saat transit di Surabaya, Minggu (29/9/2019) sore 

"Saya tidak tahu lagi setelah ini bagaimana, yang penting menyelamatkan nyawa dulu," ujarnya.

Keduanya sudah sejak 6 tahun lalu merantau ke Wamena untuk bekerja sebagai tukang ojek.

Di sana, keduanya indekost di rumah milik warga yang juga pendatang.

Berawal dari Salah Paham Ucapan Guru, Ini Kronologi Lengkap Kerusuhan di Wamena Versi Komnas HAM

Tanggapan Khofifah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat ini mengaku masih berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mendata warga Jawa Timur yang masih ada di Wamena.

"Saat ini masih didata berapa yang masih ada di sana," jelasnya.

Pihaknya dengan instansi terkait saat ini sedang membicarakan tentang pekerjaan pengganti para pengungsi agar tetap berpenghasilan meski sudah tidak lagi di Wamena.

"Yang pasti saat ini, kita sama sama harus menjaga suasana tetap kondusif, karena bagaimanapun juga, ini adalah bagian dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap mantan Menteri Sosial ini. 

(Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Pengungsi Wamena, Loncat dari Atap saat Kosnya Dibakar Massa"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved