Kerusuhan di Papua

Kerusuhan Wamena Telan Puluhan Korban Jiwa, Gubernur Papua: Saya Minta Maaf dan Berbelasungkawa

Gubernur Papua, Lukas Enembe menyampaikan permintaan maaf terkait kerusuhan Wamena.

Kerusuhan Wamena Telan Puluhan Korban Jiwa, Gubernur Papua: Saya Minta Maaf dan Berbelasungkawa
www.papua.go.id
Gubernur Lukas Enemba Minta Mahasiswa Eksodus Hentikan Aksi Anarkistis 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe menyampaikan permintaan maaf terkait kerusuhan Wamena.

Dikutip TribunPapua.com dari Papua.go.id, Selasa (1/10/2019), Lukas juga menyampaikan belasungkawa kepada msyarakat yang menjadi korban kerusuhan Wamena.

Diketahui, akibat kerusuhan tersebut, 33 orang meninggal dunia.

Warga Pendatang Diungsikan Warga Papua ke Gereja saat Rusuh Wamena: Mereka Jaga Kami Sepanjang Hari

“Saudara-saudaraku masyarakat dari suku bangsa Minangkabau, Makasar, Bugis, Toraja, Minahasa, Jawa, Madura, Sunda, Maluku, Nusatenggara dan suku bangsa Indonesia lainnya saya menyampaikan permohonan maaf dan belangsungkawa sebesar-besarnya bagi masyarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena pada tanggal 23 September 2019,” ungkap Lukas dalam press releasenya, Minggu (29/9/2019).

Ia mengatakan, pemerintah siap melakukan rekontruksi dan rehabilisasi aset-aset milik pemerintah daerah, serta toko dan kios warga yang rusak dan terbakar saat kerusuhan.

Menurut data yang dirilis Polda Papua menyebutkan sebanyak 224 unit kendaraan roda empat dan sepeda motor 150 unit dirusak dan dibakar.

Trauma Kerusuhan Wamena, Warga Mengaku Kini Takut jika Lihat Pedang dan Api

Lalu, 5 perkantoran dibakar dan 15 lainnya rusak termasuk 15 unit fasilitas umum.

Sementara 165 unit rumah dan 465 ruko dibakar.

Pemerintah, kata Lukas, juga mengambil langkah-langkah proaktif dalam rangka pelayanan kepada para korban meninggal maupun korban luka-luka.

Pemprov juga akan menyiapkan dapur umum serta pemenuhan kebutuhan hidup warga Wamena yang kini berada di pengungsian.

Menkes Minta Tenaga Medis di Wamena Kenakan Seragam Penanda dan Tinggal di RS bila Perlu

“Penanganan mendesak saat ini adalah untuk mengevakuasi korban kerusuhan baik yang meninggal maupun yang luka-luka," tutur Lukas.

"Serta menyediakan makan dan minum serta kebutuhan hidup mendesak lainnya bagi masyarat yang mengungsi di kodim, polres, gereja dan masjid."

Lebih lanjut, Lukas mengatakan bahwa pemerintah daerah beserta TNI-Polri akan menjamin keamanan dan kenyamanan warga di Wamena.

(TribunPapua.com)

Penulis: Astini Mega Sari
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved