Kerusuhan di Papua

Tinggal di Pengungsian, Korban Kerusuhan Wamena Butuh Pangan, Baju, hingga Pendampingan Psikososial

Pengungsi Wamena hingga kini mencapai 7.278 orang. Mereka tinggal di beberapa titik pengungsian.

Tinggal di Pengungsian, Korban Kerusuhan Wamena Butuh Pangan, Baju, hingga Pendampingan Psikososial
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Para pengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tiba di Jayapura, Jumat (27/9/2019) 

TRIBUNPAPUA.COM – Pengungsi Wamena hingga kini mencapai 7.278 orang. Mereka tinggal di beberapa titik pengungsian.

“Kalau siang hari, pengungsi (dipersilahkan) untuk mengecek rumahnya. Tapi di malam hari disarankan untuk kembali ke pengungsian,” ujar salah satu relawan Rumah Zakat, Azis saat dihubungi Senin (30/9/2019).

Azis menjelaskan, meski mulai membaik, kondisi Wamena tidak bisa diprediksi.

Pada malam hari terkadang masih terjadi penjarahan dan kerusuhan.

Selain itu, pengungsi membutuhkan beberapa hal.

Untuk kebutuhan pokok seperti beras dan mi, masih cukup hingga 4-5 hari ke depan.

Kemenhub Siapkan Kapal dan Pesawat untuk Evakuasi Warga Korban Kerusuhan Wamena

Namun para pengungsi kesulitan mendapat lauk pauk.

Mereka membutuhkan telur, ikan, daging ayam, ataupun lauk pauk lainnya.

Selain itu, pengungsi membutuhkan perlengkapan bayi mulai dari susu, makanan bayi, popok, selimut, dan lainnya.

“Pengungsi juga memerlukan pakaian dalam hingga pembalut. Karena kebanyakan rumah mereka habis terbakar,” tuturnya.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved