Kerusuhan di Papua

Meski Rumah dan Hartanya Habis Terbakar saat Kerusuhan Wamena, Satik Bersyukur Bisa Pulang ke Jatim

Satik, satu warga Jawa Timur asal Banyuwangi yang merantau di Wamena mengaku bersyukur akhirnya bisa tiba di Jawa.

Meski Rumah dan Hartanya Habis Terbakar saat Kerusuhan Wamena, Satik Bersyukur Bisa Pulang ke Jatim
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Bupati Malang, Sanusi bersama Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, dan Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian DK, menyambut pengungsi Wamena Papua asal Jawa Timur yang tiba menggunakan pesawat Hercules di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, Rabu (2/10/2019). Sebanyak 120 pengungsi dari Wamena asal Jawa Timur tiba di Malang untuk kembali ke daerah asal pasca kerusuhan di Wamena. 

Rumahnya yang ia tinggali bersama enam orang rekan dan keluarganya dibakar massa.

Seluruh barang-barangnya di rumah tersebut ludes terbakar.

"Habis semua barang-barang, rumah kami dibakar oleh massa," kata Satik dengan air mata menggenang.

Ia sendiri baru sekitar dua bulan pindah berdagang di Wamena.

MUI Papua Minta Setop Pemakaian Istilah Asli Papua dan Pendatang: Hentikan Mulai Detik Ini

Ia bergabung dengan saudaranya yang sudah lebih dulu di Wamena.

"Ya mau bagaimana lagi. Kami hanya membuka kios di sana. Kalau sudah begini habis sudah," ucapnya.

Saat kerusuhan terjadi, ia menyebut, suasananya kacau dan mengerikan.

Warga berkelompok saling mencari perlindungan di tempat yang aman. Ada yang bersembunyi di kantor kecamatan, di puskesmas, dan juga sembunyi di gedung-gedung.

Pria Pamekasan Mengungsi 5 Hari di Posko TNI AU Wamena, Tak Bawa Apapun saat Lari dari Kejaran Massa

"Saat kerusuhan, semua sudah saling mencari tempat aman. Terpisah-pisah semua," kata Satik.

Ia berharap bisa segera dipulangkan ke kampung halamannya di Banyuwangi.

Halaman
123
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved