Kerusuhan di Papua

Dua Minggu Pasca-Kerusuhan, Layanan Jasa di Wamena Mulai Berjalan

14 hari pascakerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, aktivitas perekonomian mulai berjalan kembali.

Dua Minggu Pasca-Kerusuhan, Layanan Jasa di Wamena Mulai Berjalan
(Kontributor Tribunnews.com, Banjir Ambarita)
Suasana kota Wamena setelah rusuh, Kamis (26/9/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - 14 hari pascakerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, aktivitas perekonomian mulai berjalan kembali.

Dari sektor jasa, aktivitas mulai dilakukan meski jam operasionalnya belum normal.

Kepala PT Pos Indonesia Regional XI Wilayah Papua dan Papua Barat Lily Sellano mengklaim mulai hari ini layanan Kantor Pos sudah mulai berjalan kembali.

3 Tersangka Rusuh Wamena Masuk DPO, Polisi Ungkap Peran Mereka dalam Kerusuhan

"Untuk wilayah Wamena hari ini sudah dibuka untuk layanan pensiun dan jasa keuangan. Untuk layanan pengiriman surat dan paket akan segera diaktifkan dalam Minggu ini," kata Lily, di Jayapura, Senin (7/10/2019).

Menurut dia, dalam minggu ini PT Pos akan melakukan konsolidasi agar petugas-petugas yang sudah keluar dari Wamena diusahakan segera kembali.

Lily menyatakan PT Pos siap membantu pemerintah untuk memulihkan kondisi di Wamena dengan segera menormalkan layanan di lokasi tersebut.

Mendagri: Kondisi Stabilitas Nasional dan Daerah di Wamena Aman

"Sesuai dengan imbauan pemerintah untuk menghidupkan kembali Wamena, kami pastikan layanan kami bisa berjalan di minggu ini," kata dia.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Naek Tigor Sinaga menyebut, seluruh perbankan yang ada di Wamena telah kembali beroperasional.

"Saat ini, semua sudah buka, ada Bank Mandiri, BRI, Bank Papua, BNI dan bahkan BPR sudah buka," kata dia.

Tigor memastikan seluruh perbankan di Wamena memiliki peraediaan uang tunai yang mencukupi. 

68 Warga Jabar di Wamena Pilih Pulang Kampung, Sempat Video Call dengan Ridwan Kamil di Pengungsian

"Kebutuhan uang tunainya tidak ada masalah sampai saat ini karena di sana ada kas titipan BI yang dikelola oleh Bank Papua, itu plafonnya Rp 150 miliar," kata dia.

Sejak kerusuhan hingga kini, ia memastikan tidak ada penarikan uang tunai dalam jumlah yang signifikan.

"Jumlah itu sudah cukup, kalau misal kurang pasti kita drop lagi dari sini, tapi sampai saat ini belum ada permintaan," kata Tigor.

(Kompas.com/Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Layanan Jasa di Wamena Mulai Berjalan Pascakerusuhan

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved