Kerusuhan di Papua

Tersebar di Lima Pos Pengungsian, 30 Warga Jateng Masih Bertahan di Wamena Tunggu Proses Pemulangan

Pascakerusuhan sebanyak 30 warga Jawa Tengah masih bertahan di Wamena Papua untuk menunggu proses kepulangan.

Tersebar di Lima Pos Pengungsian, 30 Warga Jateng Masih Bertahan di Wamena Tunggu Proses Pemulangan
(Anyong)
Warga antre mendapat bantuan makanan di posko pengungsian yang tersebar di Wamena. 

TRIBUNPAPUA.COM - Pascakerusuhan sebanyak 30 warga Jawa Tengah masih bertahan di Wamena Papua untuk menunggu proses kepulangan.

30 warga Jateng tersebut saat ini berada di lima pos pengungsian, yakni di Resimen Induk Kodam XVII Cenderawasih, Pangkalan TNI AU Silas Papare, Markas Batalyon 751 Jayapura, Masjid Al Aqsha Sentani, Lantamal X Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Kesra Provinsi Jateng, Imam Masykur kepada Kompas.com, Senin (7/10/2018).

Dua Minggu Pasca-Kerusuhan, Layanan Jasa di Wamena Mulai Berjalan

"Total dari 57 warga Jawa Tengah yang berada di Wamena, saat ini hanya menyisakan 30 warga yang masih bertahan. Sedangkan 27 warga sudah tiba di Jawa Tengah. Pascakerusuhan mereka memutuskan untuk langsung pulang," ujar Imam. 

Imam mengatakan paling lambat tanggal 11 Oktober seluruh warga Jawa Tengah yang berada di Wamena bakal tiba di kediaman masing-masing.

Pemulangan warga Jateng tersebut difasilitasi Pemkab, Pemprov maupun Pemerintah Pusat.

Jika sampai tanggal 8 Oktober belum pulang, mereka bakal dipulangkan ke daerah masing-masing yang akan difasilitasi Pemerintah Pusat pada tanggal 9 dan 11 Oktober menggunakan kapal laut.

3 Tersangka Rusuh Wamena Masuk DPO, Polisi Ungkap Peran Mereka dalam Kerusuhan

Pengungsi dalam kondisi sehat

"Semua warga yang masih bertahan dengan kondisi sehat dan tidak ada yang mengeluh sakit. Cuma kemarin ada yang keguguran karena terpeleset di pos pengungsian, warga Kendal. Tapi dia sudah pulih," kata Imam.

Dia mengatakan total 57 warga Jateng yang berada di Wamena tersebut berasal dari beberapa daerah di Jateng, antara lain Blora, Kendal, Kebumen, Tegal, Demak, Rembang, Pati, Batang, Sukoharjo dan paling banyak sembilan orang dari Surakarta.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved