Akui Sudah 9 Tahun Pakai Bodyguard, Krisdayanti: Bukan Sok-sokan Ya

Penyanyi Krisdayanti yang saat ini menjadi anggota DPR RI mengakui bahwa keselamatan adalah suatu hal yang mutlak.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Artis Krisdayanti berpose saat mengikuti kunjungan Caleg PDI Perjuangan ke Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Selasa (25/9/2018). Krisdayanti maju sebagai calon anggota DPR RI dari PDIP untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur V yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. 

TRIBUNPAPUA.COM - Penyanyi Krisdayanti yang saat ini menjadi anggota DPR RI mengakui bahwa keselamatan adalah suatu hal yang mutlak.

Karena itulah, selama ini ia menggunakan jasa pengawal atau bodyguard.

Hal tersebut disampaikan Krisdayanti terkait Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk oleh orang tidak dikenal di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Mengapa Menko Polhukam yang Jadi Sasaran?

"Kalau saya pribadi sudah sembilan tahun lalu mengkaryakan untuk orang jaga saya. Bukan sok-sokan, ya. Saya sering off air yang punya intensitas sering dan dekat dengan audience," kata perempuan yang akrab disapa KD itu saat dihubungi, Kamis malam.

"Saya enggak bisa tebak, ada yang saking cinta dan gemas itu kadang cubit dan pukul-pukul. Atau ambil cincin atau gelang. Kita perlu (pengawal)," sambung KD.

Selain untuk pribadi, KD juga menggunakan jasa pengawal untuk anak-anaknya.

Tanggapi Penusukan Wiranto, Demokrat Nilai Pengamanan Pejabat Negara Dilematis

"Saya memang gunakan itu untuk anak-anak juga. Buat jaga aja anak pergi les atau apa," kata KD.

Menurut KD, wajar bagi seseorang untuk menggunakan cara apa pun memproteksi diri, termasuk menyewa jasa pengawal pribadi.

"Saya rasa kalau kekhawatiran tiap orang tuh ada. Enggak bisa salahkan juga orang melindungi diri dengan bodyguard, ajudan, atau dengan senjata api asalkan dia sudah melewati prosedurnya," kata KD.

Ia menambahkan, sudah mendapatkan informasi bahwa ia akan mendapatkan pengawal di DPR.

Tanggapi Penusukan Wiranto, Ali Ngabalin: Pertama Kali di Indonesia Pejabat Diserang secara Brutal

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved