Wiranto Ditikam

Wiranto Seharusnya Berada di Merauke saat Hari Penusukan

Sebelum peristiwa penusukan, Wiranto mengatakan bahwa hari itu sebetulnya ia harus berada di Merauke.

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Jend. TNI. Purn. Wiranto menggelar rapat koordinasi persiapan pengamanan Pilkada 2017 di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017). Dalam acara tersebut, Wiranto menegaskan pemerintah sepenuhnya siap dalam penyelenggaraan Pilkada 2017. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menko Polhukam Wiranto ditusuk pria tak dikenal di Alun-alun Menes setelah berkunjung ke Universitas Mathla'ul Anwar, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Sebelum peristiwa penusukan, Wiranto mengatakan bahwa hari itu sebetulnya ia harus berada di Merauke.

Namun dibatalkan demi bisa berkunjung ke Banten.

Penjelasan Psikolog soal Adanya Sebagian Komentar Publik yang Tak Simpatik soal Penusukan Wiranto

Hal tersebut dia katakan saat mengisi pidato peresmian gedung baru kampus Universitas Mathla'ul Anwar, kurang lebih satu jam sebelum peristiwa penusukan terjadi.

"Sebetulnya mau batal juga, karena hari ini saya mau ke Merauke, tapi saya katakan, panglima-panglima, saya gak mau ikut karena harus ke Banten. Panglimanya mengalah, oke kalau begitu kita percepat acaranya, dari Wamena, ke Jayapura, balik ke Jakarta. Alhamdulillah bisa bersama-sama dengan bapak ibu sekalian," kata Wiranto saat pidato di kampus Universitas Mathla'ul Anwar, Kamis (10/10/2019).

Masih dalam pidato tersebut, sebelumnya Wiranto meminta maaf lantaran acara peresmian di kampus tersebut harus ditunda lantaran dirinya tidak bisa hadir.

Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Mengapa Menko Polhukam yang Jadi Sasaran?

"Terutama kepada ibu-ibu, batal lagi, batal lagi, bukan karena saya membatalkan diri, tapi karena memang ada tugas yang lebih penting yang saya jalani, maka saya minta maaf," kata dia.

Wiranto mengutarakan alasan dirinya harus hadir di Mathla'ul Anwar. Dia mengaku sudah memiliki kedekatan dengan Mathla'ul Anwar sejak 25 tahun yang lalu.

"Kebersamaan dengan Mathla'ul Anwar lebih dari 25 tahun, saya betul-betul mengikuti pasang surutnya Mathla'ul Anwar, perjuangannya saya ikut betul," kata dia.

Wiranto juga memiliki posisi penting di Pengurus Besar Mathla'ul Anwar sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Wiranto Ingin Cepat Pulang dari RS, Jokowi Beberkan Keingian Menko Polhukam jika Sudah Sembuh

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved