Wiranto Ditikam

Separatis Senang karena Wiranto Ditusuk, Tokoh Muda Papua Membela: Bagaimana Jika Keluarga Kalian?

Tokoh muda Papua, Hendrik Yance Udam, mengecam sikap sejumlah tokoh kelompok separatis Papua yang merasa senang atas penusukan Menko Polhukam Wiranto.

Editor: Sigit Ariyanto
Istimewa
Menkopolhukam Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal di Banten, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Tokoh muda Papua, Hendrik Yance Udam, mengecam sikap sejumlah tokoh kelompok separatis Papua yang merasa senang atas penusukan Menko Polhukam Wiranto.

Menurutnya, gejolak Papua yang terjadi beberapa waktu lalu juga tidak terlepas dari ujaran kebencian media sosial yang memanaskan situasi.

“Jangan lagi kalian mem-bully, karena Pak Wiranto ini bagian dari representasi negara. Bagaimana seandainya peristiwa ini terjadi pada keluarga kalian, pasti kalian sedih,” kata Hendrik saat dihubungi, Sabtu (12/10/2019).

“Informasi hoaks dan ujaran kebencian yang dilancarkan oleh kelompok separatis dan radikalisme itulah yang membuat Papua semakin panas,” imbuh Koordinator Nasional Gerakan Rakyat Cinta NKRI ini.

Untuk itu, kata Hendrik, pihaknya meminta aparat penegak hukum, yakni Cyber Crime Mabes Polri dan Polda Papua untuk memantau setiap akun-akun media sosial yang menyebarkan hoaks dan ujaran yang mengandung kebencian dan setimen SARA.

 Pengamat Sebut Penusukan Wiranto Mengandung Pesan Penting yang Ingin Disampaikan Teroris

“Semua ini (hoaks, ujaran kebencian dan sentimen SARA) dijadikan kekuatan untuk menghancurkan negara kita,” ujarnya.

Hendrik juga minta Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Polri untuk memblokir akun-akun media sosial yang menyebar ujaran kebencian dan hal-hal negatif yang menjatuhkan kredibilitas negara.

“Media sosial ini ruang empuk bagi kelompok separatis dan radikal menebar berita hoaks dan kebencian. Kalau di dunia nyata saya kira sudah tenang dan bisa diredam,” ujarnya.

 Ikut Jadi Korban saat Penusukan Wiranto, Kapolsek Menes Kena Sabetan di Lengan, Dada, dan Punggung

Seperti diketahui, sejauh ini sedikitnya sudah ditemukan 7 publikasi yang bernada selebrasi atas insiden penusukan terhadap Wiranto.

Publikasi tersebut dibuat oleh 3 akun kelompok separatis yaitu Lewis Prai Wellip, Global Campaign, dan Manuel Metemko, serta 4 akun individu atas nama Johpa, Alex Silolonrattu, Donz Wilkinson, dan Dison.

Publikasi tersebut total sudah mendapatkan ribuan interaksi di media sosial, mulai dari likes, komentar dan dibagikan.

 Kapolsek Menes Ceritakan Detik-detik Penikaman Wiranto: Ini Apa Sih Ibu-ibu, Saya Sepak Dia Jatuh

Dalam sebuah status di akun Facebook-nya, Lewis Prai Wellip dengan bahasa Inggris menuliskan “feeling thankful (merasa bersyukur)” seraya membagikan tautan berita aljazeera.com berjudul “Indonesia's security minister Wiranto hurt after stabbing attack Menteri Keamanan Indonesia Wiranto Terluka Setelah Ditusuk)”.

Dalam kolom komentar dia juga menulis “‪Karma is coming after him.....I hope he dies… (Dia mendapat karma… Saya berharap dia mati…)”‬

Di akun Twitternya, Lewis Prai Wellip (@WellipPrai) menyebut dirinya sebagai diplomat dari Pemerintah Republik Papua Barat (The Government of the Republic of West Papua) dan pendiri (founder) dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tokoh Muda Papua Kecam Separatis yang Senang Wiranto Ditusuk

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved