Wiranto Ditikam

Ini Kata Pengamat Sosial terkait Kasus Komentar Istri TNI soal Penusukan Wiranto

Kasus 3 orang istri prajurit yang berkomentar negatif terhadap kasus penusukan Wiranto berbuntut pada sang suami mendapat tindakan disiplin.

Ini Kata Pengamat Sosial terkait Kasus Komentar Istri TNI soal Penusukan Wiranto
(KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI)
Kolonel Kav Hendi Suhendi dan istrinya seusai serah terima jabatan di Aula Sudirman Markas Korem di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Kasus 3 orang istri prajurit yang menyampaikan komentar negatif terhadap kasus penusukan Wiranto berbuntut pada sang suami yang mendapat tindakan disiplin dari satuan tempatnya berdinas.

Ada yang dikenai sanksi penahanan, ada pula yang ditahan sekaligus dicopot dari jabatan yang dipangkunya.

Namun, yang menjadi pertanyaan kemudian, mengapa istri-istri para prajurit ini sampai bertindak yang demikian?

Istrinya Menangis setelah Sertijab, Ini Komentar Mantan Dandim Kendari Kolonel Hendi

Padahal, sosok Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto juga merupakan mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1998 sebelum terjun ke dunia politik.

Menurut Pengamat Sosial Drajat Tri Kartono, kejadian ini tidak bisa digeneralisirkan untuk menggambarkan kondisi batiniah TNI secara utuh.

“Karena itu kan hanya beberapa orang, tidak mewakili sebuah korps kumpulan ibu-ibu tantara,” kata Drajat saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (12/10/2019) petang.

Dicopot dari Jabatan akibat Unggahan sang Istri, Mantan Dandim Kendari: Saya Prajurit yang Setia

Dosen Sosiologi Universitas Sebelas Maret (UNS) ini juga berpendapat bahwa tindakan itu dilakukan atas dasar emosi seorang perempuan yang kemudian menular ke perempuan lain.

“Ibu-ibu itu basisnya lebih banyak ke emosional daripada suaminya yang lebih banyak ke rasional,” jelas Drajat.

"Itu ibu-ibu kan mengalir perasaannya dari satu ibu-ibu ke ibu-ibu yang lain."

"Kalau dalam sosiologi namanya solidaritas mekanik, solidaritas kesetiaan atas dasar emosi."

Di Balik Pencopotan Dandim Kendari, Menilik UU dan Sapta Marga TNI yang Dilanggar

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved