Breaking News:

Wiranto Ditikam

Mantan Kapuspen Tanggapi Kasus TNI Dicopot Jabatan karena Unggahan Istri, Ingatkan Pesan Menhan

Kasus penghinaan terhadap Wiranto di media sosial oleh sejumlah istri anggota TNI jadi perhatian banyak pihak.

(KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI)
Danrem 143/Ho Kendari Kolonel Inf Yulistinus Nono Yulianto memimpin serah terima jabatan Dandim 1417/ Kendari dari Kolonel Kav Hendi Suhendi kepada Kolonel Inf Alamsyah di Aula Sudirman Makorem Kendari. 

"Dia berikan semuanya, sehingga kalau ada di sini katakanlah tanda petik budayanya atau penghinaan atau sudah ada pergeseran-pergeseran, ini harus kembali ke jalan yang benar," ujar Iskandar Sitompul.

Selain itu Iskandar Sitompul mengaku teringat dengan pesan dari Ryamizard mengenai kondisi tentara di Indonesia.

Ia diberikan peringatan bahwa sudah ada tiga persen tentara Indonesia yang tecemar paham radikalisme.

Sehigga saat ada kesalahan harus segera diatasi.

"Yang menarik tentara ini tidak mau ambil resiko. Contohnya Menhan Pak Ryamizard sudah mengatakan 'Waspada ada TNI tiga persen yang sudah tercemar atau terpapar'," ucap Iskandar Sitompul.

Iskandar Sitompul juga mengaku khawatir bila kondisi aparat polisi dan tentara tercemar paham radikalisme.

Ia menyebut bahwa polisi dan tentara haruslah dijaga sebagai benteng terakhir untuk keamanan di Indonesia.

Ini Kata Pengamat Sosial terkait Kasus Komentar Istri TNI soal Penusukan Wiranto

"Ini kita mengetahui, tentara dan polisi adalah benteng terakhir dari negara ini," ucap Iskandar Sitompul.

"Bagaimana kalau ini terus berlanjut, terus belanjut. Siapa lagi yang menjadi benteng pertahanan negara kesatuan Republik Indonesia yang kita banggakan ini?," ucap tambahnya.

Selain itu bagi Iskandar Sitompul, pencemaran pada aparat polisi dan tentara bisa menjadi hal yang sangat berbahaya bagi Indonesia.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved