Kerusuhan di Papua

Aktivitas Sekolah di Wamena Berangsur Pulih Pasca-Kerusuhan, Banyak Siswa Masih Trauma

Mendikbud mengunjungi beberapa sekolah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang terdampak kerusuhan pada 23 September lalu.

(KOMPAS.com/DHIAS SUWANDI)
Mendikbud Muhadjir Effendy sedang berbincang dengan salah satu guru di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (15/10/2019) 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Pendidikan dan Kabudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengunjungi beberapa sekolah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang terdampak kerusuhan pada 23 September lalu.

Rabu (16/10/2019) pagi, Muhadjir mendatangi SMP YPPK Wamena, SMPN 1 Wamena dan SMAN 1 Wamena.

Kepala SMPN 1 Wamena, Yemima Kopeuw kepala Muhadjir menyebut total siswa di sekolah tersebut adalah 1.097 anak, tapi sejak kerusuhan baru sebagian kecil yang telah kembali bersekolah.

"Hari ini yang masuk 241 anak. Aktifitas sekolah mulai berjalan sejak 7 Oktober, paling banyak siswa datang pada 9 Oktober, sekitar 300 anak," ujar Yemima.

Cerita Pengungsi saat Wamena Rusuh: Saya Lempar Anak ke Kali, Banyak Sekali Massa Bawa Panah

Siswa masih trauma amukan massa

Yemima mengakui hingga kini sekolah belum dapat menerapkan jam belajar secara penuh karena faktor psikologis siswa.

Menurut dia masih banyak siswanya yang merasa trauma karena merasakan langsung amukan massa yang masuk ke SMPN 1 Waena.

"Sampai sekarang kita masih belajar sambil bermain. Belum bisa lakukan pembelajaran penuh karena siswa masih trauma," kata Yemima.

"Saat kejadian sedang ulangan, massa tiba-toba masuk ke kelas dan memaksa siswa keluar," tutur Yemima.

Di SMPN 1 Waena, total ada 54 guru, namun baru 24 guru yang datang ke sekolah.

Jamin Keamanan Para Guru di Wamena, Mendikbud Minta Mereka Kembali Bekerja Sebaik-baiknya

"Yang tidak hadir masih menenangkan diri keluar Wamena," ucap Yemima.

Hal serupa juga ditemui di SMAN 1 Wamena.

Dari total 900 siswa, yang sudah terdaftar ulang sejak kerusuhan adalah 370 siswa.

Aktifitas belajar di sekolah itu pun belum normal karena banyak siswa masih trauma.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved