Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Cerita Pengungsi saat Wamena Rusuh: Saya Lempar Anakku ke Kali, Banyak Sekali Massa Bawa Panah

Marna bersama suaminya (Firdaus) dan tiga anaknya yang masih berusia 10 tahun ke bawah hanya bisa kabur melarikan diri dari amukan massa yang beringas

Editor: Sigit Ariyanto
(KOMPAS.com/ JOHN ROY PURBA)
Kondisi warga yang mengungsi di markas Polisi Militer pasca-kerusuhan Wamena pada pagi ini, Selasa (24/9/2019). 

Pengungsi Lain

Cerita Kota Wamena yang mencekam, juga dialami Liliana Karoni (33), Exodus tujuan Tanah Toraja Sulsel.

Saat menginjakkan kaki di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, mata Liliana Karoni tampak berkaca-kaca.

Seolah tidak menyangka, ia berhasil selamat dan kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran (Sulsel).

Dihampiri sesaat sebelum menuju bus, wanita asal Tana Toraja ini bercerita betapa suasana Kota Wamena begitu mencekam.

 TNI-Polri Gelar Apel Gabungan untuk Jaga Situasi Wamena Papua Tetap Kondusif

Ia mengaku terpaksa harus mengungsi ke Gereja akibat kerusuhan yang bergejolak.

"Saya lari sembunyi ke gereja sama anak dan sepupu-sepupu karena orang-orang sudah teriak orang di hutan sudah sampai di kota," kata warga Jl Irian Kota Wamena ini.

Liliana mengaku sejak 2001 di Kota Wamena, namun baru kali ini melihat suasana kota yang mencekam.

"Saya sekolah di sana Tahun 2001, baru saya lihat itu kota kaya mencekam sekali, banyak mengungsi," ungkapnya.

Kedatangan exodus yang menumpangi kapal Sinabung itu berjumlah 860 orang. Mereka disambut puluhan kelompok relawan, pemerintah dan aparat TNI Polri.

(tribun-timur.com).

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kisah IRT Marna dan Keluarga, Korban Konflik Wamena Selamat saat 'Dikepung' Panah

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved