Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Marna dan Keluarga Harus Lompat dan Menyusuri Sungai saat Dikejar Massa Dalam Kerusuhan di Wamena

Marnabersama suaminya (Firdaus) dan tiga anaknya yang masih berusia 10 tahun ke bawah hanya bisa kabur melarikan diri dari amukan massa yang beringas.

TWITTER.COM/@antilalat
Kerusuhan di Wamena, Senin (23/9/2019) 

Pengungsi Lain

Cerita Kota Wamena yang mencekam, juga dialami Liliana Karoni (33), Exodus tujuan Tanah Toraja Sulsel.

Saat menginjakkan kaki di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, mata Liliana Karoni tampak berkaca-kaca.

Seolah tidak menyangka, ia berhasil selamat dan kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran (Sulsel).

Dihampiri sesaat sebelum menuju bus, wanita asal Tana Toraja ini bercerita betapa suasana Kota Wamena begitu mencekam.

 TNI-Polri Gelar Apel Gabungan untuk Jaga Situasi Wamena Papua Tetap Kondusif

Ia mengaku terpaksa harus mengungsi ke Gereja akibat kerusuhan yang bergejolak.

"Saya lari sembunyi ke gereja sama anak dan sepupu-sepupu karena orang-orang sudah teriak orang di hutan sudah sampai di kota," kata warga Jl Irian Kota Wamena ini.

Liliana mengaku sejak 2001 di Kota Wamena, namun baru kali ini melihat suasana kota yang mencekam.

"Saya sekolah di sana Tahun 2001, baru saya lihat itu kota kaya mencekam sekali, banyak mengungsi," ungkapnya.

Kedatangan exodus yang menumpangi kapal Sinabung itu berjumlah 860 orang. Mereka disambut puluhan kelompok relawan, pemerintah dan aparat TNI Polri.

(tribun-timur.com).

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kisah IRT Marna dan Keluarga, Korban Konflik Wamena Selamat saat 'Dikepung' Panah

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved