Kerusuhan di Papua

Sempat Marah karena Dilarang ke Wamena, Muhadjir Effendy: Bukan Alasan untuk Tak Bertanggungjawab

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku sempat marah lantaran dilarang ke Wamena oleh petugas keamanan.

Sempat Marah karena Dilarang ke Wamena, Muhadjir Effendy: Bukan Alasan untuk Tak Bertanggungjawab
KOMPAS.com/ANDI HARTIK
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai menghadiri talkshow di Hall Dome UMM Jumat (30/11/2018). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku sempat marah lantaran dilarang ke Wamena oleh petugas keamanan.

"Kemarin saya agak marah saat dilarang ke Wamena. Saya kira tidak ada alasan di sana ribut kemudian pejabat tidak boleh melihat langsung," Jumat (18/10/2019).

Muhadjir mengatakan dia ingin melihat secara langsung kondisi pelajar di Papua agar bisa membuat analisis secara akurat dan mengambil keputusan dengan cermat.

Memang kewaspadaan pada segala ancaman diperlukan karena beberapa waktu terakhir kondisi di Wamena belum kondusif, tapi baginya itu bukan alasan untuk lari dari tanggujawab.

"Tapi itu bukan alasan untuk kita tidak bertanggungjawab terhadap persoalan Pendidikan di sana. Ini bukan soal gaya-gayaan, nggak sama sekali," tegas Muhadjir.

"Ini betul-betul tergerak dari hati nurani saya sendiri. Memang sempat diingatkan, di WA oleh mantan pangdam cendrawasih, tapi bagi saya itu tidak masalah," tambahnya.

Prihatin Ketimpangan Pendidikan di Papua, Mendikbud Sebut kondisi Pelajar seperti di Tahun 60-an

Muhadjir menjelaskan, rasa penasarannya dengan persoalan Pendidikan di Papua merupakan dorongan utama baginya untuk meninjau secara langsung kondisi di sana.

"Apa sih sebetulnya yang menjadi masalah itu. Kemarin kita lihat sendiri kondisi anak-anak SD yang seperti itu," katanya.

"Selama ini kan ada pemberitaan bahwa Pendidikan di Wamena lancar dan baik, ternyata setelah kita telusuri juga nggak toh," lanjut Muhadjir.

Halaman
12
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved