Kerusuhan di Papua

Tanggapi Kerusuhan Wamena, Komnas HAM: Sama Sekali Tidak Ada Hubungan dengan SARA

Komnas HAM memastikan korban kerusuhan Wamena pada 23 September 2019 tidak ada hubungannya dengan Suku Agama Ras Antargolongan (SARA).

Tanggapi Kerusuhan Wamena, Komnas HAM: Sama Sekali Tidak Ada Hubungan dengan SARA
(Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Sepuluh kantor pemerintahan rusak pascra kerusuhan Wamena 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Komnas HAM memastikan korban kerusuhan Wamena pada 23 September 2019 tidak ada hubungannya dengan Suku Agama Ras Antargolongan (SARA).

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan pihaknya juga telah memiliki data terkait hal tersebut.

"Berkembang informasi bahwa yang jadi korban hanya orang luar. Tidak. Kami ada datanya. Tapi kami tidak mau mempublikasikan nama dan etnis tersebut karena kami khawatir itu akan memicu konflik berbau SARA," kata Taufan di Kantor Komnas HAM RI Jakarta Pusat pada Jumat (18/10/2019).

"Padahal ini sama sekali tidak ada hubungan dengan SARA. Karena ada berbagai korban dari suku-suku yang ada di sana. Mau itu dibilang pendatang dan orang asli, sama-sama ada korban, Ada berbagai pihak menjadi korban," ucapnya.

Dari pendalaman yang dilakukannya dengan terjun langsung ke Wamena pada Senin (14/10/2019) sampai Kamis (17/10/2019), ia mengatakan peristiwa tersebut merupakan kelanjutan dari kasus dugaan rasisme di Surabaya.

Terkait dengan kerusuhan di Wamena, ia mengatakan kerusuhan itu dipicu dari informasi tentang perkataan seorang guru SMA yang diduga mengandung unsur rasisme.

Namun berdasarkan penulusurannya, perkataan seorang guru SMA yang diduga mengandung unsur rasisme itu tidak terkonfirmasi kebenarannya meski peristiwa tersebut kemudian memicu unjuk rasa siswa yang dilanjutkan demo ribuan orang yang mengakibatkan pembakaran, kerusuhan, sehingga menimbulkan korban tewas.

Terkait jumlah korban tewas, Komnas HAM membenarkan 33 korban tewas ketika kerusuhan tersebut pecah.

Dua di antara korban tersebut tewas karena sakit, sedangkan sisanya mengalami kekerasan.

Halaman
12
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved