Breaking News:

Ditahan di Mako Brimob, Aktivis Papua Disebut Idap Beberapa Penyakit dan Ada yang Alami Halusinasi

Enam aktivis Papua yang ditahan di rutan Mako Brimob karena kasus pengibaran bendera bintang kejora saat ini disebut membutuhkan perawatan medis.

(Dokumentasi Polda Metro Jaya)
Enam tersangka dalam kasus pengibaran bendera bintang kejora yang ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jakarta Barat 

TRIBUNPAPUA.COM - Enam aktivis Papua yang ditahan di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok karena kasus pengibaran bendera bintang kejora saat ini disebut membutuhkan perawatan medis.

Tersangka Surya Anta beserta lima rekannya, yakni Charles Kossay, Dano Tabuni, Isay Wenda, Ambrosius Mulait, dan Arina Elopere menderita beberapa penyakit selama mereka mendekam di tahanan.

Polisi Klaim 6 Mahasiswa Papua Pengibar Bintang Kejora Dapat Fasilitas Memadai di Rutan Mako Brimob

Salah satunya Surya Anta yang sempat mengalami luka pada bagian telinga.

"Terakhir Surya Anta masih dalam pemulihan. Dia setelah dibawa ke RS oleh penyidik di RS Bhayangkara dikasih obat antibiotik untuk telinga karena THT. Sekarang dalam proses pemulihan," kata salah satu tim advokasi Papua, Michael Hilman, saat ditemui di PN Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019).

Selain itu, Ambrosius Mulait, juga menderita sakit gigi dan memerlukan bantuan medis.

Michael mengatakan, ada beberapa gigi pada Ambrosius yang harus dicabut.

Sebut Situasi di Papua Makin Memburuk, Veronica Koman: Saya Tak akan Berhenti Bersuara soal Papua

"Giginya itu harus dicabut tapi jangan dikasih ponstan lagi karena itu hanya sebentar meredakan saja," ungkapnya.

"Dano Tabuni itu ada benjolan cairan, itu pun harus dokter spesialis yang harus melakukan operasi. Karena benjolan besar sekaki muncul, malamnya dia mengadu enggak bisa tidur," tambah Michael.

Kemudian yang terakhir Ariana Elopere.

Dia mengalami halusinasi di dalam ruang tahanan.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved