Kerusuhan di Papua

Singgung Permasalahan Papua, Komnas HAM: Ini Harus Dapat Perhatian Serius dari Jokowi

Penanganan permasalahan di tanah Papua dinilai menjadi salah satu tantangan di periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Singgung Permasalahan Papua, Komnas HAM: Ini Harus Dapat Perhatian Serius dari Jokowi
instagram/jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

TRIBUNPAPUA.COM - Penanganan permasalahan di tanah Papua dinilai menjadi salah satu tantangan di periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Komisioner Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin Al Rahab mengungkapkan bahwa penyelesaian masalah kekerasan dan HAM di Papua membutuhkan perhatian serius oleh Jokowi.

Aktivis HAM Soroti Pelantikan Jokowi: Dulu Diarak Ribuan Orang, Kini Dikelilingi oleh Pengamanan

"Penanganan permasalahan Papua. Papua ini harus mendapatkan perhatian serius supaya permasalahan kekerasan bisa dihentikan, permasalahan-permasalahan HAM bisa ditangani dan diselesaikan," kata Amiruddin ketika dihubungi Kompas.com, Senin (21/10/2019).

Selain itu, tantangan lainnya adalah terkait kemajuan aspek HAM di Tanah Air.

Menurut dia, hal itu harus menjadi agenda serius bagi Jokowi.

Soal Papua, Franz Magnis Suseno: Pendekatan Dialog Bisa Meminimalisir Adanya Pelanggaran HAM

Amiruddin menuturkan bahwa masalah HAM akan semakin rumit jika tidak diselesaikan.

"Pemajuan HAM harus menjadi agenda yang serius. Jika tidak, ya maka permasalahan HAM akan semakin rumit."

"Terutama pemenuhan rasa keadilan untuk korban dan keluarganya," ujar dia.

Singgung Kasus Pelanggaran HAM, Kontras Minta Prabowo Tak Masuk Kabinet

Diketahui, dalam pelantikan sebagai Presiden periode 2029-2024, Jokowi menyampaikan lima program prioritasnya.

Kelimanya, yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi. 

(Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Komnas HAM Minta Jokowi Hentikan Kekerasan di Papua

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved