Kabinet Jokowi

Tak Yakin Nasdem Benar-benar akan Jadi Oposisi, Waktum Gerindra: Mungkin Hanya Gertak Sambal Saja

Waketum Gerindra menilai ancaman partai Nasdem untuk menjadi oposisi hanya sekadar gertakan kepada presiden Joko Widodo (Jokowi).

(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mendatangi kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/8/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menilai ancaman partai Nasdem untuk menjadi oposisi hanya sekadar gertakan kepada presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia tak percaya tindakan itu akan dilakukan oleh partai besutan Surya Paloh tersebut.

Prabowo Jadi Calon Menteri, Fadli Zon: Ini Bentuk Rekonsiliasi yang Kedepankan Kepentingan Bangsa

"Nasdem ancam ingin jadi oposisi karena Gerindra akan masuk koalisi, saya sih enggak yakin dan enggak percaya. Mungkin hanya gertak sambal saja," kata Arief saat dihubungi, Selasa (22/10/2019).

Dia juga menjawab pernyataan elite partai nasdem yang menyebut masuknya tokoh atau parpol oposisi ke pemerintahan akan menghilangkan kontrol pemerintah.

Arief memastikan anggapan tersebut tidak benar.

Surya Paloh: Kalau Semua Parpol Dukung Pemerintah, Nasdem Siap Jadi Oposisi

"Semua parpol memiliki perwakilan di kabinet Jokowi-Ma'ruf bukan berarti tidak ada kontrol dan penyeimbang terhadap pemerintahan Jokowi. Pasti ada dong kalau ngerti dan paham tentang konstitusi negara," ungkapnya.

Arief mengungkapkan, seluruh anggota legislatif dari pusat hingga daerah memiliki tugas dan kewajiban untuk menjalankan fungsi kontrol dan penyeimbang.

Sehingga, tugas tersebut dengan sendirinya harus dilakukan parpol baik oposisi maupun di dalam pemerintahan.

Tak Masalah jika Nasdem Jadi Oposisi, PDIP Sebut Itu Bagian dari Dinamika Politik

"Partai maupun ketum partai harus benar benar memberikan hak nya anggota legislatif sebagai fungsi kontrol Dan penyeimbang pemerintah. Tidak boleh mengintervensi sekalipun ketum atau kader partainya ada di pemerintahan," tuturnya.

Arief mengingatkan koalisi gemuk juga pernah terjadi dalam era kepemimpinan abdurahman wahid alias Gus Dur.

Kala itu, Gus Dur tetap bisa dijatuhkan oleh parpol.

"Semua partai ada di pemerintahan Gusdur tapi nyatanya Gusdur tetap bisa dijatuhkan oleh parpol. Parpol di DPR walaupun waktu itu PDIP tidak menginginkan Gusdur sebagai presiden dan Golkar paling mendukung Gusdur. Kan jatuh oleh kasus bulog gate," terangnya.

Singgung Kasus Pelanggaran HAM, Kontras Minta Prabowo Tak Masuk Kabinet

Atas dasar itu, Arief menyatakan, dalam politik, apapun bisa terjadi.

Termasuk jika partai Nasdem memutuskan menjadi partai oposisi.

Namun demikian, ia mengaku tetap tidak percaya.

"Jika memang Nasdem ingin oposisi mengantikan parpol yang akan masuk koalisi sih sah sah aja ya. Tapi saya sih enggak yakin karena banyak kepentingan bisnis dan ekonomi para pengusaha yang ada di Nasdem," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Waketum Gerindra Sebut Ancaman Nasdem Ingin Jadi Oposisi Hanya Gertak Sambal Saja

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved