Breaking News:

Partai Gerindra Pecat Caleg Terpilih Sehari Jelang Pelantikan dan Sudah Ikut Geladi, Ini Alasannya

Partai Gerindra berikan penjelasan mengenai pemecatan seorang mantan calon legislatif (caleg) terpilihnya yang dilakukan sehari sebelum pelantikan.

Editor: mohamad yoenus
(KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado)
Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Habiburokhman. 

TRIBUNPAPUA.COM - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra berikan penjelasan mengenai pemecatan seorang mantan calon legislatif (caleg) terpilihnya yang dilakukan sehari sebelum pelantikan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman, pemecatan caleg terpilih atas nama Misriyani Ilyas itu berkaitan dengan

putusan kabul dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang bernomor 520/Pdt.Sus.Parpol/2019/PN.Jkt.Sel.

 Sebut Bakal Ditempatkan di Komisi VII DPR, Mulan Jameela akan Fokus dengan Isu Lingkungan Hidup

Dalam putusan yang diajukan sembilan caleg Gerindra ini, PN Jaksel meminta Gerindra sebagai pihak tergugat untuk menetapkan sembilan penggugat sebagai anggota legislatif terpilih.

Oleh karenanya, Gerindra harus menempuh langkah administrasi untuk menindaklanjuti putusan itu.

Satu dari sembilan penggugat tersebut akhirnya diminta duduk di kursi DPRD Sulawesi Selatan menggantikan Misriyani Ilyas yang kemudian diberhentikan dari partai.

"DPP Gerindra hanya melaksanakan Putusan PN Jakarta Selatan Nomor 520/Pdt.Sus.Parpol/2019/PN.Jkt.Sel. Diktum putusan itu jelas menyatakan kami selaku tergugat menetapkan penggugat sebagai anggota legislatif terpilih dan juga melakukan langkah administrasi terkait," kata Habiburokhman kepada Kompas.com, Selasa (29/10/2019).

Saat ditanya tentang alasan spesifik pemecatan Misriyani, Habiburokhan tidak menjawab.

Habiburokhman hanya menyebut bahwa putusan yang dikeluarkan PN Jaksel itu sudah berkekuatan hukum tetap, sehingga partainya hanya menjalankan keputusannya saja.

"Perlu diketahui bahwa putusan tersebut sudah berkekuatan hukum tetap, jadi ya kami dalam posisi patuh pada hukum," ujar dia.

 Upaya Selesaikan Masalah Papua, Anggota DPD dan DPR Asal Papua-Papua Barat Bentuk Badan Komunikasi

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved