Bagaimana Hasil Survei LSI tentang Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Jokowi?

LSI melakukan survei tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi, nasionalisme, hingga kebebasan sipil di era pemerintahan Jokowi.

instagram/jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

Sebab, dibanding mereka yang mengutamakan identitas diri berdasar suku atau agama, lebih banyak masyarakat yang memposisikan diri mereka sebagai seorang warga negara Indonesia.

"Identitas nasional atau nasionalisme warga Indonesia jauh lebih kuat dibandingkan identitas keagamaan dan kesukuan," kata Djayadi.

Berdasar temuan survei, 66,4 persen warga lebih senang menyebut diri mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (instagram/jokowi)

Sementara itu, 19,1 persen warga lebih senang menamakan dironya sebagai kelompok penganut agama tertentu.

Sisanya, 11,9 persen warga lebih senang diidentifikasi berdasar suku mereka.

Djayadi mengatakan, angka nasionalisme di tahun 2019 paling tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Sebab, berdasar survei, pada tahun 2018 hanya 61,4 persen warga yang lebih senang menyebut dirinya sebagai warga negara Indonesia ketimbang menyebut dirinya berdasar suku dan agama.

Di tahun itu, mereka yang mengidentifikasi diri berdasar suku sebesar 13,4 persen, sedangkan berdasar agama sebesar 22,7 persen.

Sementara itu, pada 2017, sebanyak 58,5 persen lebih senang mendudukan dirinya sebagai warga negara Indonesia ketimbang identitas suku maupun agama.

Mereka yang lebih senang disebut berdasar suku sebesar 12,5 persen, sedangkan berdasar agama sebesar 25,8 persen.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved