Breaking News:

Pemekaran Papua

Mewanti-wanti soal Pemekaran Papua, Gubernur Lemhanas: Jangan Bertindak seperti Kolonial

Gubernur Lemhanas Agus Widjojo mewanti-wanti, pemekaran provinsi di Papua harus benar-benar memperhatikan kondisi di lapangan.

(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo usai menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan media massa nasional di gedung Tri Gatra, Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017). 

Hal tersebut merupakan hasil kunjungan yang dilakukan Tito bersama Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu ke Papua.

"Pemerintah pusat kemungkinan mengakomodir hanya penambahan dua provinsi. Ini yang sedang kami jajaki," kata Tito di Kantor Mendagri, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

"Yang jelas, Papua Selatan sudah oke," imbuhnya.

Soal Pemekaran Papua, Mendagri Tito Karnavian: Kita Kan Dasarnya Data Intelejen

Meskipun ada moratorium pemekaran, kata dia, tetapi karena ada kekhususan dan aspirasi masuk dari Papua, maka pemerintah pun mulai menjajakinya.

Khusus Papua Selatan, Tito bahkan mengaku, sudah bertemu dengan Bupati Merauke Frederikus Gebze.

Beberapa wilayah di Papua Selatan yang akan masuk ke provinsi baru tersebut antara lain Kabupaten Mappi, Boven Digoel, Asmat, dan Merauke.

Khusus di Kabupaten Merauke, akan dimekarkan kembali menjadi dua bagian, yakni Kota Merauke dan Kabupaten Merauke.

Soal Pemekaran Provinsi di Papua, Mendagri: Utamanya untuk Pecepatan Pembangunan

Jokowi: Pemekaran Papua Bukan Saya yang Memerintahkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bukan dirinya yang menawarkan pemekaran wilayah di Papua.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved