Misteri Meninggalnya Pembawa Baki Paskibraka Desak Tiara, Jantung Rusak dan Lambung Bocor

Desak Putu Tiara (17) anggota paskibraka di Buleleng, Bali meninggal dunia di RSU Kertha Usada, Rabu (6/11/2019) sore.

Misteri Meninggalnya Pembawa Baki Paskibraka Desak Tiara, Jantung Rusak dan Lambung Bocor
Istimewa/ Tribun Bali
Desak Tiara ketika bertugas membawa baki saat penurunan bendera 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja. 

Kamis (7/11/2019) siang, sejumlah guru yang dipimpin oleh Waka Kesiswaan, Putu Merta Tanaya serta sejumlah anggota Osis tampak mendatangi rumah duka.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh orangtua almarhum Dewa Gede Sugiarta dan Jro Nyoman Tri Veni, serta kakeknya Dewa Sadnyana yang juga merupakan salah satu anggota di Pol Air Polres Buleleng.

Kepada guru-gurunya, ayah almarum menceritakan terkair kronologi sakitnya Tiara, hingga akhirnya meninggal dunia.

Waka Kesiswaan, Putu Merta Tanaya mengaku saat Tiara masih dirawat di ICU, pihaknya sempat datang menjenguk.

Diary Merah Putih Jadi Saksi Bisu Dugaan Penganiayaan Paskibraka Tangsel, Sempat Dirobek Senior

Kondisinya saat itu memang sudah tidak sadarkan diri.

Bahkan di sekolah, seluruh siswa beserta guru berdoa bersama agar siswi kelas XII IPS 1 itu diberikan kesembuhan.

Namun takdir berkata lain, Tiara akhirnya mengembuskan nafas terkahirnya pada Rabu (6/11) sore.

"Saat dia izin pulang karena sakit itu saya tau. Saya juga tidak menyangka dia begitu cepat meninggalkan kami," ucapnya.

Selang beberapa menit berbincang dengan keluarga, pihak guru terlihat melakukan doa bersama di hadapan jenazah Tiara.

Pihak sekolah juga memberikan dana santunan kepada keluarga almarhum.

"Tiara anaknya baik sekali. Tidak pernah punya masalah di sekolah. Tahun lalu dia juga sempat coba ikut seleksi Paskibra namun tidak lolos karena kalah di bodi. Akhirnya tahun 2019 ini dia berhasil membawa nama baik sekolah," kenang Tanaya.

Foto Terakhir Minta Dipeluk

Desak Tiara lahir di Sumbawa, NTB pada tanggal 18 Sepember 2002.

Ia tinggal di Sumbawa bersama ayah dan ibunya sejak hingga tamat Sekolah Dasar.

Ayahnya merupakan salah satu angota Sat Pol Air Polres Sumbawa.

Memasuki bangku SMP, Tiara meminta kepada orangtuanya untuk bersekolah di Buleleng saja, bersama bibiknya.

Keinginan Tiara itu lantas dipenuhi oleh kedua orangtuanya.

VIDEO Wakil Wali Kota Tangsel Menangis saat Doakan Alamarhumah Aurellia, Paskibraka yang Meninggal

"Dari kecil dia memang kepingin sekolah di Buleleng. Meski berjauhan, dia setiap hari menghubungi saya. Selalu saya selipkan pesan agar dia menjadi anak yang rajin, jangan nakal," kenang ayahnya, Dewa Gede Sugiarta.

Sebelum meninggal atau sekitar dua minggu yang lalu, Sugiarta sempat pulang ke Buleleng untuk bertemu dengan anak semata wayangnya itu.

Dan pulang kembali ke Sumbawa pada Senin (28/11/2019) malam.

Ia pun mengaku tidak menyangka jika kepulangannya itu menjadi momentum terkahir Sugiarta untuk bertemu dengan anak satu-satunya tersebut.

"Terakhir dia minta foto bareng dengan saya. Saya dipeluk. Saya sempat bawa dia ke dokter karena mengeluh badannya panas dan sakit kepala. Saya tidak menyangka kalau sakitnya itu ternyata parah," ucapnya.

Di sekolah, Tiara merupakan salah satu siswa yang berprestasi.

Ia menjadi tim inti basket putri di SMA Negeri 3 Singaraja, dan pernah berhasil meraih juara tiga di tingkat provinsi.

Tak hanya gemar bermain basket, di sekolah ia juga hobi bermain futsal di posisi sebaga penjaga gawang (keeper).

Pada 2018 lalu, ia juga sempat menjabat sebagai Bendahara Osis di sekolah.

Karena prestasinya ini, Tiara pun terpilih mewakili sekolanya sebagai anggota paskibraka untuk membawa baki saat penurunan bendera 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja.

(TribunBali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Paskibraka di Bali Meninggal Misterius, Awalnya Hanya Sakit Kepala, Ternyata Jantung & Lambung Bocor

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved