Kisah Guru di Pedalaman Papua, Pernah Kelaparan hingga Jalan Kaki 7 Km untuk Cari Bahan Makanan

Pengabdian para guru yang mengajar di pedalaman Papua belum mendapat penghargaan yang setimpal dari sisi kesejahteraan.

Kisah Guru di Pedalaman Papua, Pernah Kelaparan hingga Jalan Kaki 7 Km untuk Cari Bahan Makanan
KOMPAS.COM/IRSUL PANCA ADITRA
Kondisi anak-anak di Kampung Kaibusene, Mappi, Papua. 

"Biasa kita beli air mineral gelas perkartonnya Rp 100 ribu, biasa kita beli 10 dus untuk bertiga selama satu bulan," kata Diana.

Kondisi Pelajar Pelajar Nduga di Keneyam, 195 Anak Ditampung dalam 3 Kelas

"Kalau pas jalan kaki itu kita bawa satu-satu karton, lalu kita sewa anak murid dua orang untuk bantu kita."

Kondisi Distrik Haju yang merupakan wilayah rawa, tidak memungkinkan untuk mereka mengonsumsi air dari lokasi tersebut.

"Kita di sana borosnya di air minum, karena kondisi tempat tinggal kita kaya Asmat (rawa-rawa), jadi airnya tidak bisa untuk minum, jadi kita sangat bergantung sekali dengan air mineral," tutur Diana.

Bahkan untuk situasi tertentu, mereka kesulitan mendapat bahan makanan, karena bila sungai sedang surut perahu tidak bisa digunakan.

Solusinya, mereka harus berjalan kaki cukup jauh dengan kondisi medan yang berawa.

Kata sang Fotografer soal Cerita di Balik Foto Jokowi Gendong 2 Anak Papua: Punya Makna Khusus

"Sempat kali kering itu kita sempat mau mati kelaparan karena tidak bisa ke distrik," ungkapnya.

"Jadi kita jalan kaki 7 kilometer lebih untuk bisa sampai ke distrik cari bahan makanan."

Untuk mendekatkan diri dengan para murid, Diana dan kedua rekannya pun membuat sebuah program "Minggu Gizi".

Setiap hari minggu, mereka memberi makan para siswanya sebagai bentuk rasa syukur.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved